Paspor elektronik atau e-paspor memiliki teknologi yang membuatnya berbeda dari paspor biasa. Di balik sampulnya terdapat chip elektronik yang menyimpan data pemegang paspor dalam bentuk digital.
Chip tersebut menjadi bagian penting dalam sistem keamanan e-paspor. Data yang tersimpan di dalamnya juga dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi identitas ketika pemeriksaan keimigrasian.
Teknologi biometrik pada e-paspor Indonesia membuat dokumen perjalanan ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas ketika bepergian ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem tersebut juga mendukung proses pemeriksaan pemegang paspor Indonesia untuk bisa lebih cepat dan terintegrasi.
Lantas, apa saja fungsi chip yang terdapat di balik sampul e-paspor Indonesia? Berikut lima fungsinya, seperti dikutip dari situs resmi Imigrasi.
1. Chip berada di bagian sampul paspor
E-paspor Indonesia dilengkapi chip biometrik yang tertanam di bagian sampul paspor. Chip tersebut menjadi salah satu komponen penting yang membedakan e-paspor dari paspor nonelektronik.
Keberadaan chip membuat informasi pemegang paspor dapat disimpan dan dibaca secara elektronik. Teknologi ini juga menjadi bagian dari sistem keamanan yang digunakan untuk membantu proses pemeriksaan dan autentikasi dokumen perjalanan.
2. Menyimpan data biometrik
Chip pada e-paspor menyimpan data pemegang paspor dalam bentuk digital. Data tersebut mencakup informasi identitas serta data biometrik berupa foto wajah dan sidik jari yang direkam saat proses permohonan paspor.
Data biometrik tersebut digunakan untuk mencocokkan identitas pemegang paspor ketika dilakukan pemeriksaan. Dengan begitu, proses verifikasi tidak hanya mengandalkan informasi yang tercetak pada halaman paspor.
3. Membuat paspor lebih sulit dipalsukan
Penyimpanan data secara elektronik pada chip juga berfungsi sebagai salah satu fitur keamanan e-paspor. Data tersebut membantu petugas melakukan autentikasi untuk memastikan dokumen dan identitas pemegangnya sesuai.
Menurut informasi dari Imigrasi, penggunaan teknologi biometrik membuat e-paspor lebih sulit dipalsukan. Sistem ini juga membantu proses verifikasi identitas dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
4. Bisa digunakan untuk pemeriksaan otomatis
Chip pada e-paspor dapat dipindai dalam proses pemeriksaan keimigrasian. Data dari dokumen kemudian dapat digunakan bersama teknologi pengenalan wajah untuk melakukan verifikasi identitas pemegang paspor.
Teknologi tersebut mendukung penggunaan autogate di sejumlah tempat pemeriksaan imigrasi. Dengan autogate, proses pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus melalui pemeriksaan manual oleh petugas pada setiap tahap.
5. Mempermudah perjalanan ke sejumlah negara
E-paspor juga dapat memberikan kemudahan dalam proses perjalanan ke negara tertentu. Salah satu contohnya adalah fasilitas visa waiver Jepang bagi pemegang e-paspor Indonesia.
Imigrasi juga menyebut e-paspor dapat memberikan kemudahan tertentu dalam pengajuan visa ke sejumlah negara.
(dsd/wiw)