7 Pengaturan Ponsel yang Perlu Diubah Sebelum Traveling ke Luar Negeri

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 12:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa pengaturan ponsel yang sebaiknya diubah saat traveling. (iStock/solidcolours)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ponsel kini menjadi salah satu barang penting yang sulit dipisahkan dari perjalanan. Mulai dari menyimpan boarding pass, mengecek informasi penerbangan, membuka reservasi hotel, hingga mencari jalan di destinasi baru, hampir semuanya dapat dilakukan melalui ponsel.

Karena itu, memastikan ponsel sudah siap digunakan sebelum berangkat menjadi hal yang tidak kalah penting. Selama ini, sebagian pelancong mungkin hanya mengingat untuk mengecek paket data dan layanan roaming ketika hendak bepergian ke luar negeri.

Padahal, ada sejumlah pengaturan sederhana yang bisa diubah sebelum perjalanan untuk membuat penggunaan ponsel lebih praktis. Beberapa pengaturan dapat membantu ketika tidak tersedia koneksi internet. Pengaturan lainnya berguna untuk menjaga keamanan perangkat jika ponsel hilang atau dicuri.

Pengaturan tersebut juga dapat membantu menghemat penggunaan data seluler hingga memudahkan pelancong menghitung harga barang ketika berbelanja menggunakan mata uang asing. Berikut tujuh pengaturan ponsel yang bisa dicek sebelum traveling:

1. Unduh peta destinasi dan tandai akomodasi

Sebelum berangkat, pelancong dapat mengunduh peta offline destinasi melalui Google Maps atau Apple Maps. Dengan begitu, peta tetap dapat digunakan untuk mencari jalan meski tidak tersedia koneksi internet.

Jangan lupa menyimpan atau menandai lokasi hotel, vila, atau akomodasi lainnya. Langkah ini akan memudahkan pelancong menemukan jalan kembali ke tempat menginap meski tidak memiliki Wi-Fi maupun data seluler.

2. Unduh bahasa lokal untuk terjemahan offline

Kendala bahasa dapat membuat perjalanan menjadi lebih sulit, terutama ketika berada di negara yang tidak banyak menggunakan bahasa Inggris. Google Translate dapat digunakan secara offline dengan terlebih dahulu mengunduh bahasa yang dibutuhkan sebelum perjalanan.

Untuk bahasa tertentu yang didukung, kamera ponsel juga dapat digunakan untuk menerjemahkan tulisan pada papan informasi, menu, dan teks lainnya tanpa koneksi internet.

3. Aktifkan perlindungan antipencurian

Ponsel menyimpan banyak informasi penting sehingga kehilangan perangkat saat traveling dapat menjadi masalah besar. Karena itu, pastikan fitur perlindungan dari pencurian sudah aktif sebelum berangkat.

Pada iPhone, fitur Stolen Device Protection memberikan lapisan keamanan tambahan jika ponsel dicuri oleh orang yang mengetahui kode sandinya. Fitur ini membutuhkan autentikasi biometrik untuk melakukan sejumlah tindakan sensitif.

Pengguna juga dapat mengaturnya menjadi opsi 'Always' sehingga perlindungan tambahan berlaku di mana pun berada, bukan hanya ketika berada jauh dari lokasi yang dianggap familiar. Sementara itu, sejumlah perangkat Android memiliki fitur Theft Protection, termasuk Theft Detection Lock dan Offline Device Lock. Ketersediaan fitur dapat berbeda tergantung perangkat.

4. Pastikan ponsel tetap bisa ditemukan saat offline

Selain mengaktifkan perlindungan dari pencurian, pastikan fitur untuk mencari perangkat juga sudah aktif. Fitur ini akan berguna jika ponsel tertinggal di taksi, kereta, hotel, atau tempat lainnya.

Pada iPhone, Find My network dapat membantu menemukan perangkat meski tidak terhubung dengan Wi-Fi atau data seluler. Fitur Send Last Location juga dapat mengirimkan lokasi terakhir perangkat ke Apple ketika baterainya hampir habis. Sementara pada Android, pengguna dapat memanfaatkan Find Hub pada perangkat yang mendukung fitur tersebut.

5. Atur Medical ID dan kontak darurat

Pengaturan Medical ID pada iPhone memungkinkan informasi seperti kondisi medis, alergi, dan kontak darurat ditampilkan dari layar terkunci jika opsi 'Show When Locked' diaktifkan. Dengan begitu, informasi tersebut dapat diakses dalam keadaan darurat tanpa petugas harus mengetahui kode sandi ponsel.

Perangkat Android yang mendukungnya juga memiliki fitur untuk menyimpan informasi darurat. Pengaturan ini terutama berguna bagi pelancong yang bepergian sendirian atau memiliki kondisi medis maupun alergi tertentu.

6. Aktifkan Low Data Mode atau Data Saver

Penggunaan data seluler bisa meningkat ketika traveling, terutama jika sering menggunakan peta, media sosial, atau aplikasi lainnya. Untuk membantu menghemat data, pengguna iPhone dapat mengaktifkan Low Data Mode.

Fitur tersebut mengurangi penggunaan jaringan di latar belakang, termasuk unduhan otomatis dan sinkronisasi. Pada Android, Data Saver memiliki fungsi serupa dengan membatasi penggunaan data seluler oleh aplikasi di latar belakang.

Jika membutuhkan akses internet secara intensif selama perjalanan ke luar negeri, pelancong juga dapat mempertimbangkan penggunaan eSIM yang tersedia untuk negara tujuan.

7. Ubah kalkulator menjadi konverter mata uang

Saat traveling ke negara dengan mata uang berbeda, menghitung harga barang secara cepat dapat membantu menghindari kesalahan dalam memperkirakan pengeluaran.

Pada iPhone yang mendukung fitur tersebut, aplikasi Calculator memiliki fitur Convert yang dapat digunakan untuk mengonversi mata uang. Fitur ini juga mendukung konversi berbagai satuan, seperti jarak, berat, dan suhu.

Pelancong cukup memilih mata uang yang digunakan untuk mengetahui perkiraan harga barang atau tagihan restoran. Dengan begitu, tidak perlu repot melakukan perhitungan secara manual setiap kali bertransaksi.

(dsd/wiw/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK