7 dari 10 Gen Z Indonesia Makin Aktif Jalani Gaya Hidup Sehat

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 17:39 WIB
Happy young diverse friends having fun hanging out together - Youth people millennial generation concept
Ilustrasi. Gen Z sekarang lebih peduli kesehatan dan mental. (iStockphoto/Alessandro Biascioli)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cara generasi muda memandang kesehatan terus berubah. Bagi Gen Z, menjaga kesehatan kini tidak lagi sekadar soal kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, hingga hubungan sosial. Temuan Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 menunjukkan semakin banyak Gen Z dan Milenial di Indonesia yang aktif menerapkan kebiasaan untuk mendukung kesehatan dan kebugaran dalam kehidupan sehari-hari.

Survei yang dirilis Herbalife Indonesia itu menemukan 72 persen Gen Z dan 79 persen Milenial di Indonesia mengaku kini lebih sering melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun lalu. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 71 persen.

Aktivitas yang dilakukan pun beragam, mulai dari olahraga seperti lari, padel, pickleball, gym, pilates, futsal, hingga hiking. Kegiatan tersebut bahkan semakin sering menjadi bagian dari interaksi sosial dan dibagikan melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan perubahan tersebut menunjukkan pendekatan generasi muda terhadap kesehatan yang semakin sadar dan menyeluruh.

"Komitmen terhadap kesehatan dan kebugaran ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi generasi muda untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna dalam jangka panjang," kata Oktrianto dalam keterangannya.

Gen Z ingin tidur lebih baik hingga kelola stres

Meski menilai kondisi kesejahteraannya lebih baik dibandingkan generasi yang lebih tua, Gen Z Indonesia masih memiliki sejumlah aspek kesehatan yang ingin diperbaiki.

Kualitas tidur menjadi salah satu perhatian utama. Sebanyak 52 persen Gen Z Indonesia mengatakan ingin meningkatkan kualitas tidur, disusul kualitas nutrisi atau pola makan sebesar 50 persen.

Sementara itu, 49 persen ingin memperbaiki kesehatan mental dan kemampuan mengelola stres. Sebanyak 36 persen lainnya menempatkan kesejahteraan emosional sebagai aspek yang ingin ditingkatkan. Menariknya, keinginan tersebut mulai diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Sebanyak 58 persen Gen Z mengaku telah memperbaiki kebiasaan tidur. Kemudian, 56 persen mulai memilih makanan yang lebih sehat dan berolahraga secara rutin.

Temuan ini menunjukkan perhatian terhadap kesehatan tidak hanya berhenti pada keinginan untuk memiliki tubuh yang lebih sehat, tetapi mulai diwujudkan melalui perubahan kebiasaan.

Pemahaman Gen Z mengenai kesehatan juga terlihat dari perhatian mereka terhadap aspek mental dan emosional. Dalam survei tersebut, 74 persen Gen Z Indonesia menilai kesehatan mental sebagai aspek yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kesehatan fisik sebesar 66 persen dan kesehatan emosional sebesar 59 persen. Pola ini berbeda dengan generasi yang lebih tua, seperti Gen X dan Baby Boomers, yang cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap kesehatan fisik.

Perbedaan tersebut memperlihatkan semakin luasnya pemaknaan kesehatan di kalangan generasi muda. Kesehatan tidak hanya dilihat dari kondisi tubuh, tetapi juga dari kemampuan mengelola stres, menjaga kondisi emosional, serta membangun hubungan sosial yang mendukung.

Lingkungan digital juga semakin berperan dalam membentuk kebiasaan kesehatan Gen Z. Dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 64 persen Gen Z Indonesia mengatakan media sosial memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik mereka.

Sementara itu, 54 persen merasakan dampak positif media sosial terhadap kesehatan mental. Selain media sosial, lingkungan pertemanan juga menjadi faktor penting.

Sebanyak 68 persen Gen Z menyebut lingkaran sosial atau pertemanan berperan dalam membantu mereka membangun dan mempertahankan kebiasaan yang lebih sehat. Komunitas daring juga disebut berpengaruh oleh 43 persen responden.

Tren yang serupa terlihat pada kelompok Milenial. Sebanyak 62 persen Milenial Indonesia menyebut media sosial memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik, sementara 57 persen merasakan pengaruh terhadap kesehatan emosional dan 55 persen terhadap kesehatan mental.

Dengan demikian, perjalanan menjaga kesehatan bagi generasi muda tidak selalu dilakukan secara individual. Dukungan dari teman, komunitas olahraga, hingga lingkungan digital dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kebiasaan sehat.

Oktrianto mengatakan berbagai komunitas yang terbentuk melalui kegiatan olahraga juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling memberikan motivasi dan dukungan.

"Baik melalui kelompok olahraga, komunitas kebugaran, maupun jaringan digital, koneksi tersebut membantu mengubah niat untuk hidup sehat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan kesejahteraan sebagai bagian yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

(tis/tis)
placeholder