Tanjung Lesung Siapkan Wisata Skydiving dengan Pemandangan Laut
Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, akan memiliki pilihan aktivitas wisata baru bagi pencinta olahraga dan wisata petualangan. Wisatawan nantinya bisa mencoba skydiving atau terjun payung sambil menikmati panorama pesisir Tanjung Lesung dari ketinggian.
Rencana pengembangan aktivitas tersebut dilakukan melalui kerja sama antara PT Banten West Java (BWJ), selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, dengan PT Bro Skydive Indonesia.
Kerja sama itu mencakup pengembangan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di kawasan Tanjung Lesung. Perjanjian kerja sama ditandatangani di Jakarta, Kamis (1/10).
Lihat Juga : |
Kehadiran skydiving akan menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Lesung. Selama ini, kawasan tersebut dikenal dengan wisata pesisir dan beragam kegiatan luar ruang, mulai dari olahraga air hingga aktivitas menjelajah pulau.
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi mengatakan Tanjung Lesung memiliki potensi untuk menjadi lokasi skydiving yang berbeda karena wisatawan dapat memadukan olahraga udara dengan aktivitas wisata lainnya.
"Selain keindahan alamnya, Tanjung Lesung punya infrastruktur untuk olahraga skydiving cukup lengkap. Begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping)," kata Fanny dalam keterangannya.
Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk mencoba terjun payung, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan dengan berbagai aktivitas di kawasan pesisir Tanjung Lesung.
Pengembangan wisata udara ini akan memanfaatkan keberadaan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung. PT BWJ nantinya menyediakan lahan sekitar 9 hektare untuk mendukung kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism.
Sejumlah fasilitas juga akan disiapkan untuk menunjang aktivitas tersebut. Di antaranya landing zone, perpanjangan apron dan taxiway, serta penyesuaian landasan pacu (runway) agar kegiatan penerbangan dan pendaratan dapat berlangsung dengan lebih aman.
Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung sekaligus Direktur Operasional BWJ Kunto Wijoyo mengatakan landasan pacu nantinya akan diperpanjang sekitar 200 meter. Selain itu, akan tersedia bangunan di dalam hanggar yang digunakan sebagai kantor operator skydiving.
Dari sisi akses, perjalanan menuju Tanjung Lesung juga diharapkan semakin mudah seiring dengan pembangunan Tol Serang-Panimbang. Seksi 3A Cileles-Bojong ditargetkan selesai pada November 2026, sementara keseluruhan tol diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027.
Setelah tol beroperasi penuh, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diperkirakan menjadi sekitar 2-2,5 jam. Kondisi tersebut berpotensi membuat kawasan wisata di pesisir Banten itu lebih mudah dijangkau wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya.
Fanny mengatakan pembangunan fasilitas skydiving akan segera dimulai. Operator tersebut menargetkan aktivitas terjun payung sudah dapat dicoba wisatawan pada pekan kedua Desember 2026, sebelum periode libur akhir tahun.
"Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba (buka)," ujarnya.
(tis/tis)