Abaikan Larangan, Puluhan Wisatawan Kepergok Mendaki Anak Krakatau
Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memergoki puluhan wisatawan nekat mendaki Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan.
Para wisatawan tersebut secara terang-terangan mengabaikan larangan zona bahaya radius tiga kilometer yang ditetapkan otoritas.
Keberadaan rombongan turis tersebut terdeteksi saat petugas Pos Pantau PVMBG melakukan pemeliharaan berkala peralatan pemantauan di lereng gunung.
Para wisatawan yang belum diketahui asal usulnya itu sempat melakukan swafoto dan merekam video di kawasan cagar alam terlarang sebelum akhirnya berbondong-bondong turun usai menyadari kehadiran petugas.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan terjadinya pelanggaran zona bahaya oleh rombongan wisatawan tersebut.
"Iya, kemarin saat tim maintenance peralatan berada di sana, mereka melihat ada wisatawan. Kami mengimbau semua pihak mematuhi rekomendasi karena kawasan itu masih berbahaya untuk keselamatan," kata Andi, seperti dilansir Detik.
Andi menduga rombongan wisatawan tersebut menyewa kapal dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya menerobos masuk ke kawasan lindung Gunung Anak Krakatau. Pihaknya kini tengah mendalami mekanisme masuknya para turis ke area terlarang tersebut.
Menyusul insiden ini, Pos Pantau GAK memperketat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, serta pemerintah daerah setempat guna mengintensifkan sosialisasi dan pengawasan.
"Kami sudah meminta agar semua pihak terus mengingatkan masyarakat dan wisatawan supaya tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya pemerintah kecamatan juga telah mengeluarkan imbauan di kawasan Dermaga Canti," jelas Andi.
Status Siaga Level III dan Ancaman Erupsi
Andi menegaskan bahwa meskipun aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir cenderung melandai, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Erupsi terakhir tercatat terjadi pada 25 Juli 2026 dan potensi bahaya masih tergolong tinggi akibat tingginya rekaman tremor.
PVMBG kembali memperingatkan masyarakat maupun wisatawan agar mematuhi zona jarak aman guna mengantisipasi bahaya erupsi sewaktu-waktu.
"Jangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Imbauan ini demi keselamatan bersama," ujar Andi.
(wiw)