Alasan Kenapa Dilarang Telanjang Kaki Saat Injak Karpet Kamar Hotel
Karpet di kamar hotel kerap menjadi elemen interior utama untuk memberikan kesan hangat dan meredam suara langkah kaki. Namun, para ahli mikrobiologi dan kesehatan mengingatkan para tamu hotel untuk tidak berjalan tanpa alas kaki di atas karpet karena risiko paparan kuman, kotoran, hingga bakteri berbahaya.
Meskipun tampak bersih secara kasat mata, serat-serat karpet hotel menyimpan berbagai mikroorganisme yang terbawa dari luar ruangan melalui alas kaki.
Profesor Mikrobiologi Klinis di University of Leicester, Primrose Freestone, menjelaskan bahwa karpet merupakan tempat penumpukan utama untuk debu dari sepatu, kotoran, serbuk sari, spora jamur, hingga sisa pestisida.
"Karpet dan permadani dapat menjadi tempat menumpuknya debu dari sepatu, kotoran, serbuk sari, spora jamur, pestisida, serta material lain yang berasal dari luar ruangan," kata Freestone, dikutip dari Calgary Herald.
Sementara itu, Profesor Virologi di University of Arizona, Charles P. Gerba, mengungkapkan bahwa karpet hotel menampung remah makanan, sel kulit mati, debu, tungau, alergen, dan patogen berbahaya.
Sejumlah studi menemukan beberapa jenis bakteri patogen yang sering melekat pada alas kaki dan berpindah ke karpet hotel, antara lain:
- Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA): Bakteri yang dapat memicu infeksi kulit serius.
- Escherichia coli (E. coli): Bakteri penyebab gangguan pencernaan dan infeksi usus.
- Clostridioides difficile (C. diff): Bakteri pemicu peradangan usus besar.
Setiap aktivitas di atas karpet, seperti berjalan atau menggeser barang, berpotensi melepaskan kembali partikel dan mikroorganisme tersebut ke udara sehingga terhirup atau menempel pada kulit dan pakaian.
Gerba turut menyoroti potensi penularan virus, seperti norovirus, yang dapat bertahan di serat karpet dan menyebar jika proses pembersihan tidak memadai. Pembersihan rutin dengan penyedot debu standar sering kali tidak mampu mengangkat mikroorganisme di serat terdalam.
Bahkan, alat penyedot debu yang sikat atau kantongnya tidak diganti secara berkala justru berisiko menjadi sarana penyebaran bakteri ke seluruh kamar.
Perwakilan bidang perhotelan global dari perusahaan desain Gensler, Lori Mukoyama, menambahkan bahwa pihak hotel kerap menghadapi kendala keterbatasan waktu untuk melakukan pembersihan secara mendalam menggunakan uap panas pada setiap pergantian tamu.
Langkah Mencegah Kontaminasi Kuman
Untuk menghindari kontak langsung dengan kuman di atas karpet hotel, para ahli menyarankan beberapa langkah praktis bagi para pengunjung:
- Gunakan Sandal Khusus Kamar: Selalu gunakan sandal slop (slippers) atau kaus kaki selama beraktivitas di dalam kamar hotel, terutama jika memiliki luka terbuka atau lecet di kaki.
- Menjaga Kebersihan Tangan: Cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan hindari meletakkan makanan atau pakaian secara langsung di atas karpet.
- Pilih Kamar Berlantai Keras: Bila memungkinkan, pilih opsi kamar yang menggunakan material lantai kayu, ubin porselen, atau vinil yang lebih mudah dibersihkan dan disterilkan.