Koper Dibobol, Turis China Kehilangan Perhiasan Rp179 Juta di Bali
Seorang turis asal China berinisial XL mengaku kehilangan perhiasan senilai 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp179 juta saat berlibur di Pulau Bali. Korban mendapati koper miliknya diduga dibobol saat tiba di sebuah hotel di kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengonfirmasi bahwa peristiwa dugaan pencurian tersebut terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 22.00 WITA, dan laporan resmi telah diterima kepolisian pada Selasa (6/10).
Karena tempat kejadian perkara (TKP) disinyalir berada di wilayah hukum Kecamatan Denpasar Selatan, Polres Buleleng berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
"Sudah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi," kata Yohana saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).
Pihak kepolisian telah meminta keterangan awal dari sejumlah saksi yang terlibat dalam perjalanan korban, termasuk pemandu wisata, sopir, hingga staf hotel di kawasan Lovina.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan XL kepada polisi, perhiasan tersebut sebelumnya disimpan di dalam sebuah kotak yang dimasukkan ke koper. Koper tersebut ditinggalkan di dalam bagasi mobil travel saat XL dan rombongannya menyeberang ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Peristiwa berawal ketika XL bersama tujuh wisatawan asal China lainnya dijemput dari sebuah hotel di Kuta pada Senin (5/10) pagi. Rombongan kemudian menuju Pelabuhan Serangan di Denpasar Selatan untuk menyeberang ke Nusa Penida sekitar pukul 08.00 WITA.
Sementara rombongan berwisata, sopir kendaraan berinisial MSA membawa mobil kembali ke garasi di kawasan Jalan Pulau Roti, Denpasar Selatan.
Mobil ditinggalkan dalam kondisi terkunci hingga MSA kembali mengambilnya pada pukul 14.30 WITA untuk menjemput rombongan di pelabuhan tanpa melihat adanya kejanggalan.
Sopir MSA dan pemandu wisata kemudian mengantar rombongan ke hotel di kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng. Saat tiba di hotel sekitar pukul 22.00 WITA, XL mendapati kode kombinasi angka pada kopernya telah berubah. Begitu koper berhasil dibuka, kotak berisi perhiasan miliknya sudah raib.
XL lantas meminta pemandu wisata dan sopir bertanggung jawab. Pihak penyedia jasa perjalanan kemudian mengantar XL beserta suaminya ke Polres Buleleng untuk membuat laporan resmi.
"Kedua tamu tersebut setuju untuk melapor. Selanjutnya saksi bersama driver menghantar ke Polres Buleleng untuk melaporkan kehilangan, karena tamu ngotot driver harus mengembalikan barang yang hilang yang baru ketahui saat tiba di Lovina sehingga melapor ke Polres Buleleng," ujar Yohana.
(kdf/wiw)