Generasi milenial yang pernah bahagia tumbuh di tahun 1990-an, ternyata bisa memberikan banyak pelajaran bermakna kepada Gen Alpha. Soalnya, tak sedikit Milenial yang kini jadi orang tua bagi generasi kelahiran tahun 2010-2025 tersebut.
Bagi Generasi Milenial, tahun 1990-an bisa disebut masa 'kejayaan' ada banyak hiburan tanpa banyak mengurangi waktu bersosialisasi. Meski internet mulai diperkenalkan pada rentang tahun tersebut, mereka masih merasakan teknologi analog yang punya daya tarik tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, bagi Gen Alpha yang kini sudah tech-savvy, ada beberapa nilai yang bisa diberikan kepada mereka dari orang tua yang pernah merasakan tahun 1990-an. Apa saja itu?
1. Rasa bosan itu hal yang baik
Dengan adanya gadget yang dilengkapi jaringan internet, anak zaman sekarang bisa mudah mengatasi kebosanan dengan scrolling media sosial. Namun bagi anak 90-an jam-jam 'tak ada kegiatan' itu malah jadi waktu paling menyenangkan, bukan membosankan.
Mengutip laman Parents, orang tua bisa mengajarkan anak Gen Alpha untuk justru merasakan kebosanan tersebut dengan menyingkirkan gadget.
Hal ini menumbuhkan kreativitas anak untuk mencari kegiatan lain, seperti bermain di luar, menggambar, atau membuat permainan baru dengan kakak atau adik.
2. Belajar bersabar
Berkat layanan platform streaming atau OTT, kini kita bisa menonton apa pun kapan pun. Namun di era 1990-an yang cuma ada televisi, anak-anak harus bersabar menunggu episode kartun atau serial favorit di hari dan jam tertentu.
Orang tua milenial bisa bikin jadwal nonton buat anak-anaknya dengan tujuan mengajarkan mereka belajar sabar menunggu.
3. Merawat bumi merupakan hal penting
Sejak kecil, Generasi Milenial sudah belajar tentang menjaga bumi, salah satu cara sederhananya menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle) terkait penanganan sampah, yakni mengurangi, menggunakan kembali, hingga mendaur ulang.
Anak-anak zaman sekarang sudah hidup di bawah tekanan perubahan iklim yang lebih besar daripada Generasi Milenial ketika masih kecil. Jadi, penting untuk melanjutkan langkah-langkah merawat bumi kepada generasi selanjutnya.
4. Tak setiap momen perlu diviralkan
Hidup di era teknologi serba analog, mengajarkan Milenial untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabat atau keluarga. Termasuk bermain di luar, main video game bersama, hingga tertawa menonton film komedi.
Berbagai kegiatan yang menekankan quality time ini pun tak perlu diunggah ke media sosial. Jadi, Generasi Milenial bisa mengajarkan Gen Alpha untuk menikmati kebersamaan tanpa perlu memikirkan menjadikannya konten.
5. Konsisten merawat sesuatu
Tamagotchi menjadi salah satu mainan yang dirindukan dari tahun 1990-an. Menurut laman Family Today, permainan ini menjadi pengalaman pertama anak-anak era tersebut merawat sesuatu.
Permainan ini mengajari Milenial cinta datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, termasuk konsisten merawat sesuatu.
6. Bermain di luar
Internet memang sudah muncul di tahun 1990-an, tetapi masih jadi sesuatu yang eksklusif dan tak dimiliki semua orang. Dengan terbatasnya pilihan, apa yang dilakukan Generasi Milenial? Anak-anak bermain di luar.
Sebagai orang tua, Generasi Milenial bisa mengajak anak-anaknya yang Gen Alpha untuk kembali main di luar juga. Beri mereka pengalaman menghirup udara segar dan berlari tanpa alas kaki di atas rumput.
7. Bersiap menghadapi kesulitan hidup
Generasi Milenial pasti sudah tak asing dengan Y2K, saat ada kehebohan soal semua sistem yang dioperasikan komputer bakal mati menjelang tahun 2000. Meski pada akhirnya tak ada yang terjadi, kejadian ini mengajarkan kita untuk bersiap menghadapi kesulitan.
Orang tua bisa mengajarkan anak-anak Gen Alpha untuk siap secara fisik dan mental menghadapi cobaan yang suatu hari akan mereka hadapi dalam hidup.
Bagi para orang tua Milenial, kembali ke era 90-an tentu sudah mustahil. Namun setidaknya ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dan diteruskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus.
(rti)

