Tren Pilih Warna Baju Berdasarkan Feng Shui, Biar Hoki?

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 12:00 WIB
Ilustrasi. Feng shui baju sedang tren di media sosial. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagaimana jika pilihan warna baju hari ini dipercaya bisa memengaruhi kelancaran aktivitas? Bagi sebagian warganet, memilih pakaian kini bukan sekadar soal padu padan warna, tetapi juga mengikuti rekomendasi feng shui demi mendatangkan keberuntungan.

Fenomena ini terlihat dari akun Fengshui Kemakmuran di Threads yang memiliki sekitar 98,5 ribu pengikut. Akun tersebut rutin membagikan rekomendasi warna pakaian, aksesori, hingga makanan berdasarkan penanggalan Tiongkok dan energi yang dipercaya menyertai hari tertentu.

Unggahannya bahkan dinantikan sejumlah pengikut. Ketika akun tersebut belum memperbarui konten di Threads, beberapa warganet mengaku bingung menentukan pakaian yang akan dikenakan.

"Akun fengshui ga update ya? pengen milih baju jadi takut salah," tulis akun brigertouns, seperti dikutip pada Selasa (13/10).

"Duh mimin Fengshui Kemakmuran blm update lagi, pake baju apa gua hari ini arghhh," tulis akun adhanjo.

Ada pula warganet yang mengaku merasakan manfaat dari rekomendasi tersebut. "Jujur fengshui kemakmuran beneran works di gua," tulis akun sherevenvc.

Setelah sempat mengalami gangguan di Threads, rekomendasi Fengshui Kemakmuran beralih ke WhatsApp Channel yang kini memiliki sekitar 63 ribu pengikut. Salah satu panduannya menyarankan penggunaan baju berwarna putih bersih, vanila, atau krem muda, yang dipadukan dengan bawahan bernuansa cokelat atau khaki serta jam tangan berstrap kulit.

Tak hanya pakaian, akun tersebut juga membagikan rekomendasi makanan dan minuman, mulai dari ayam goreng kremes, lontong sayur, pepes tahu jamur tiram, hingga teh chamomile dan jus alpukat. Pilihan tersebut dikaitkan dengan energi hari yang dipercaya dapat mendukung keterbukaan terhadap solusi, tetapi juga berpotensi membuat pikiran kaku dan tegang.

Bagi sebagian orang, feng shui rupanya bukan hanya soal menata rumah atau menentukan arah bangunan. Praktik yang berasal dari tradisi Tiongkok ini juga merambah pilihan sehari-hari, mulai dari pakaian hingga makanan.

Mengapa orang tertarik mengikuti feng shui?

Ketertarikan terhadap feng shui dapat berkaitan dengan harapan akan keberuntungan, keyakinan budaya, hingga cara seseorang mengambil keputusan. Penelitian dalam jurnal Psychology & Marketing berjudul Consumers' Views of Feng Shui: Antecedents and Behavioral Consequences mengidentifikasi tiga cara konsumen memandang feng shui.

Pertama, pandangan instrumental, yakni keyakinan bahwa feng shui dapat memengaruhi keberuntungan dan kemakmuran. Kedua, pandangan spiritual, yaitu ketika feng shui menjadi bagian dari kehidupan spiritual dan identitas budaya. Ketiga, pandangan minimalis, yakni ketika seseorang menganggap feng shui sebagai takhayul atau sesuatu yang tidak terlalu penting.

Penelitian tersebut melibatkan dua kelompok responden, yakni mahasiswa dan pekerja. Hasilnya menunjukkan bahwa pandangan instrumental memiliki hubungan paling kuat dengan niat melakukan pembelian terkait feng shui.

Temuan ini menunjukkan bahwa bagi orang yang meyakininya, feng shui bukan sekadar tradisi. Keyakinan tersebut juga dapat memengaruhi keputusan sehari-hari, termasuk ketika memilih barang atau menentukan warna pakaian yang dianggap membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Warna keberuntungan dan pilihan sehari-hari

Ketertarikan terhadap warna yang dianggap membawa keberuntungan juga terlihat dalam perilaku konsumen. Penelitian yang diterbitkan dalam Academic and Research Journal of Liberal Arts meneliti hubungan antara keyakinan terhadap warna keberuntungan dan perilaku pembelian produk pada konsumen Generasi Y dan Z.

Mengacu pada penelitian tersebut, keyakinan terhadap warna keberuntungan berkaitan dengan motivasi membeli produk karena konsumen berharap warna itu dapat membawa keberuntungan.

Meski tidak secara khusus membahas pemilihan baju berdasarkan feng shui setiap hari, temuan tersebut memberikan gambaran bahwa keyakinan terhadap warna dapat memengaruhi keputusan konsumsi.

Dalam konteks pakaian, memilih warna tertentu bisa menjadi lebih dari sekadar urusan penampilan. Bagi sebagian orang, pilihan itu juga berkaitan dengan harapan agar hari berjalan lancar, pekerjaan lebih mudah diselesaikan, atau peluang baru terbuka.

Mengikuti rekomendasi warna harian pun bisa menjadi aktivitas ringan yang menyenangkan. Ada yang menjadikannya referensi saat memilih pakaian, sementara yang lain memasukkannya ke dalam rutinitas sehari-hari.

(anm/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK