El Nino Diprediksi Jadi Masalah bagi Pariwisata, Turis Harus Gimana?

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 14:00 WIB
El Nino Diprediksi Jadi Masalah bagi Pariwisata, Turis Harus Gimana?
Ilustrasi rombongan wisatawan. (SONNY TUMBELAKA / AFP)

Hujan lebat dan banjir dapat mengganggu perjalanan darat, sementara cuaca panas ekstrem berpotensi memengaruhi kenyamanan saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Di wilayah yang mengalami kekeringan atau kebakaran hutan, akses menuju destinasi wisata alam juga dapat dibatasi.

Meski demikian, El Nino tidak berarti seluruh destinasi akan mengalami cuaca ekstrem. Dampaknya berbeda-beda menurut wilayah dan musim, sehingga wisatawan perlu memantau prakiraan cuaca serta informasi terbaru dari otoritas setempat.

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan, wisatawan disarankan memeriksa status penerbangan dan transportasi sebelum memulai perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantau pula berita lokal dan pengumuman resmi di destinasi tujuan agar dapat menyesuaikan rencana jika terjadi perubahan cuaca atau penutupan tempat wisata.

The Guardian melaporkan bahwa El Nino kali ini berpotensi menyebabkan sekitar 450.000 kematian hingga Februari 2027 akibat dampak seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Angka tersebut mencakup perkiraan kematian terkait dampak fenomena ini sejak Juni 2026, ketika siklus tersebut mulai berlangsung.

Berdasarkan grafik yang disusun menggunakan data Climate Impact Lab, berikut sepuluh negara dengan perkiraan jumlah kematian tertinggi akibat El Nino:

1. Nigeria: 31.320 kematian
2. Indonesia: 19.251 kematian
3. Sudan: 17.430 kematian
4. India: 15.670 kematian
5. Brasil: 13.271 kematian
6. Republik Demokratik Kongo: 10.014 kematian
7. Niger: 9.900 kematian
8. Chad: 7.953 kematian
9. Filipina: 6.504 kematian
10. Vietnam: 5.566 kematian.

Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pemodelan, bukan jumlah kematian yang telah dipastikan terjadi. Dampak El Nino juga tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fenomena tersebut, tetapi turut dipengaruhi kondisi iklim dan kerentanan masing-masing wilayah.

(dsd/wiw)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2