Banyak anak-anak yang menghabiskan masa kecilnya di tahun 1990-an kini sudah menjadi orang tua. Masa kecil yang menyenangkan di era tersebut ternyata mendorong banyak orang tua yang ingin menghidupkan kembali suasana 90-an.
Berbeda dengan masa kini yang kini serba digital dan terhubung, tahun 90-an komunikasi masih terbatas. Namun di situlah letak kegembiraannya bagi generasi milenial yang hidup di zaman tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kalau misalnya gaya parenting era tersebut hendak direplikasi di masa sekarang, kira-kira apa saja yang bisa dilakukan orang tua? Ini dia beberapa di antaranya.
1. Membatasi waktu screen time
Digitalisasi membuat kita jadi lebih cepat terhubung satu sama lain seakan tanpa jarak. Namun teknologi seperti ponsel pintar dan gadget lainnya terkadang juga membawa distraksi.
Anak-anak bisa tenggelam bermain gim atau scrolling media sosial berjam-jam jika tak dipantau. Hal ini jarang terjadi di tahun 1990-an, ketika pilihan-pilihan teknologi yang jadi distraksi lebih terbatas, seperti televisi hingga gim konsol.
Tips dari The Everymom untuk menghidupkan kembali suasana 90-an di rumah, tentunya dengan membatasi screen time agar anak punya lebih banyak waktu bersosialisasi langsung dengan keluarga di rumah.
Penggunaan media sosial pada anak juga perlu dibatasi. Sebisa mungkin mengikuti batasan umur yang sudah ditetapkan oleh masing-masing platform media sosial.
Adapun untuk pemberian ponsel pintar pribadi pada anak, kalau bisa ditunda selama mungkin hingga akhirnya anak cukup umur untuk menggunakannya.
2. Mengandalkan anggota keluarga lainnya untuk sumber hiburan
Komunikasi keluarga yang baik, yakni saling mengandalkan satu sama lain untuk berbagai kegiatan menyenangkan. Sesederhana mengobrol, belajar, hingga bermain bersama.
Orang tua bisa memantiknya dengan lebih banyak memberikan mainan fisik, seperti Lego atau sejumlah board game yang bisa dimainkan bersama-sama. Bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak, cara ini juga bisa mempererat ikatan persaudaraan di antara anak.
3. Membuat ritual keluarga
Memiliki ritual keluarga rutin, misalnya menonton bersama, bisa jadi salah satu cara menghidupkan kembali suasana keluarga di era 1990-an. (iStockphoto/evgenyatamanenko) |
Masih berkaitan dengan mengandalkan satu sama lain untuk mendapatkan hiburan, acara kumpul keluarga yang rutin juga bisa mempererat hubungan satu sama lain.
Di tahun 1990-an acara kumpul biasanya dilakukan jika baru saja meminjam CD film di tempat penyewaan.
Meski sekarang tempat penyewaan film sudah banyak yang musnah, acara kumpul tetap bisa dilakukan dengan mengagendakan nonton bersama dari pilihan film yang ada di platform streaming.
Mengutip Capsule NZ, ritual keluarga seperti ini penting untuk dilakukan agar anak-anak merasa dunia merupakan tempat yang aman dan dapat diprediksi.
Tak harus menonton bersama, ritual keluarga bisa dilakukan dengan berbagai cara lain, misalnya makan malam bersama atau liburan.
4. Membiarkan anak merasa bosan
Minimnya hiburan di tahun 1990-an, ternyata malah bisa bikin anak-anak jadi lebih kreatif. Kok bisa?
Ternyata, ketika anak-anak tak terlibat dalam aktivitas terstruktur, pikiran mereka bisa mengembara dan mengarah pada pemikiran imajinatif. Dari kegiatan melamun itulah, ide-ide inovatif bisa bermunculan.
Jadi, terkadang membiarkan anak tanpa kegiatan seperti belajar atau les, justru membuat mereka bisa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang bisa berguna di kemudian hari.
5. Beri anak kebebasan
Banyak orang tua di tahun 1990-an mengizinkan anaknya bermain di luar. Meski faktor keamanan tetap harus diperhatikan, Anda juga bisa memberi anak sedikit kebebasan untuk menambah pengalaman bermain di luar.
Namun jangan lupa untuk menetapkan aturan soal kapan harus pulang atau sampai mana batas aman mereka bermain di luar rumah. Dengan demikian, anak juga diajarkan untuk tanggung jawab atas dirinya sendiri.
Itu dia beberapa cara menghidupkan kembali gaya parenting di tahun 1990-an bagi generasi milenial yang ingin anak-anaknya sedikit merasakan vibes kehidupan di era tersebut.
(rti)

