Dampak El Nino, Air Terjun Terbesar di Dunia Iguazu Ditutup Sementara
Air Terjun Iguazu di perbatasan Argentina dan Brasil ditutup sementara bagi wisatawan setelah hujan deras menyebabkan debit Sungai Iguazu meningkat drastis.
Melansir The Independent, kondisi tersebut dikaitkan dengan fenomena iklim El Nino yang memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah Amerika Selatan.
Pada Senin (12/10), pengelola Taman Nasional Iguazu di Argentina membatasi akses wisatawan setelah debit sungai melampaui 12.000 meter kubik per detik. Angka tersebut lebih dari enam kali lipat rata-rata debit normal yang berkisar 1.500-1.800 meter kubik per detik.
"Pembatasan sementara diberlakukan terhadap pergerakan pengunjung dan akses ke area yang diperuntukkan bagi penggunaan publik," mengutip pernyataan Taman Nasional Iguazu kepada Buenos Aires Times pada Senin (12/10).
Direktur Taman Nasional Iguazu, José María Hervás, mengatakan penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan, karena hujan masih terus turun. Selain itu, volume air yang dilepaskan dari bendungan di hulu Sungai Iguazu belum menunjukkan penurunan.
Air Terjun Iguazu merupakan salah satu sistem air terjun terbesar dan paling terkenal di dunia, dengan bentang sekitar 2.700 meter di perbatasan Argentina dan Brasil.
Meski akses wisata sempat ditutup, perkembangan kondisi sungai membuat pengelola melakukan penyesuaian pembukaan secara bertahap. Laporan pada 13 Oktober lalu menyebut sejumlah jalur wisata masih dibatasi karena debit air tetap tinggi.
Sebelum penutupan sementara tersebut, Sirkuit Garganta del Diablo atau Devil's Throat di sisi Argentina telah ditutup sejak 3 Agustus 2026. Area ini merupakan salah satu daya tarik utama Iguazu, dengan jalur yang membawa pengunjung mendekati air terjun utama.
Sementara itu, bagian lain taman nasional sebelumnya masih dapat dikunjungi. Namun, pembatasan terbaru menunjukkan bahwa akses ke jalur dan area pengamatan dapat berubah mengikuti kondisi sungai dan penilaian keselamatan pengelola.
Penutupan akibat kenaikan debit air bukan pertama kali terjadi. Pada 2023 dan 2024, kawasan wisata di sisi Argentina juga pernah ditutup akibat banjir yang berkaitan dengan episode El Nino.
El Nino merupakan fenomena iklim yang berasal dari Samudra Pasifik bagian khatulistiwa dan dapat mengubah pola angin serta curah hujan di berbagai wilayah dunia. Di sejumlah bagian Amerika Selatan, fenomena ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan di atas normal.
Pada September 2026, pengelola taman nasional memperingatkan bahwa El Nino dapat memicu kondisi yang lebih basah dan tidak menentu di sebagian wilayah Amerika Selatan bagian selatan. Meski demikian, fenomena tersebut tidak berarti Air Terjun Iguazu akan terus mengalami banjir atau ditutup sepanjang 2026-2027.
Badan Meteorologi Nasional Argentina (Servicio Meteorológico Nacional/SMN) juga memperingatkan peningkatan peluang curah hujan di atas normal selama fase hangat El Nino.
"Di Argentina, selama fase hangat atau El Nino, kemungkinan curah hujan di atas normal meningkat di wilayah pesisir, dengan episode hujan deras yang lebih sering," jelas SMN.
SMN menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem, termasuk badai hebat, hujan es, embusan angin kencang, dan akumulasi curah hujan dalam jumlah besar hanya dalam beberapa jam.
(dsd/wiw)