Diidap Paus Leo, Hati-Hati Kanker Paru Tak Hanya Intai Perokok
Pemimpin Gereja Katolik sedunia Paus Leo XIV dikabarkan telah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanan usai didiagnosis menderita kanker paru-paru pada Selasa (13/10).
Juru bicara Vatikan menyebut Paus Leo didiagnosis menderita adenokarsinoma, salah satu jenis kanker paru-paru non-sel kecil.
Mengutip Cancer Center, jenis kanker ini berkembang dari sel-sel yang menghasilkan lendir dan zat lainnya, serta dapat ditemukan pada perokok aktif maupun nonperokok.
Sebelumnya, kanker paru-paru yang diderita Paus Leo berawal dari temuan nodul kecil di paru-paru saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Padahal Paus Leo sendiri diketahui tidak memiliki riwayat merokok.
Lantas, apa saja penyebab kanker paru-paru dan bagaimana cara mengurangi risikonya?
Penyebab kanker paru-paru
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, sebagai berikut, dikutip dari National Cancer Institute.
1. Merokok
Merokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Mulai dari rokok tembakau, cerutu, dan pipa, semuanya meningkatkan risiko kanker paru-paru.
2. Paparan asap rokok
Asap rokok mengandung berbagai zat karsinogen atau pemicu kanker yang dapat merusak sel-sel paru-paru. Paparan asap rokok dari orang lain perlu diwaspadai, terutama jika terjadi berulang kali.
3. Polusi udara
Partikel halus dari asap kendaraan, pembakaran bahan bakar, dan sumber polusi lainnya dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru yang dapat mengembangkan kanker.
4. Paparan zat berbahaya di tempat kerja
Pekerja yang terpapar asbes, silika kristalin, radon, logam berat tertentu, senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik, dan asap diesel memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
5. Paparan gas radon dan arsenik
Radon merupakan gas radioaktif alami yang dapat terakumulasi di dalam bangunan, sedangkan arsenik dapat mencemari air minum maupun dari aktivitas industri dan pertanian.
6. Riwayat penyakit paru-paru
Orang dengan riwayat penyakit paru-paru tertentu, seperti emfisema, bronkitis kronis, tuberkulosis, atau pneumonia, diketahui memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih tinggi dalam sejumlah penelitian. Namun, tidak berarti bahwa setiap orang dengan penyakit tersebut akan terkena kanker paru-paru.
Cara mencegah kanker paru-paru
Sejumlah upaya dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit ini.
1. Tidak merokok dan menghindari asap rokok
Cara utama untuk mencegah kanker paru-paru adalah tidak merokok. Menghindari asap rokok dari orang lain juga penting. Pastikan tempat tinggal dan lingkungan kerja bebas asap rokok untuk melindungi kesehatan pekerja jangka panjang.
2. Mengurangi paparan polusi
Kurangi paparan polusi sebisa mungkin, terutama ketika kualitas udara sedang buruk. Jika perlu, sering-seringlah menggunakan masker untuk mengurangi masuknya partikel halus ke dalam organ pernapasan.
3. Memastikan lingkungan kerja dan tinggalnya aman
Orang yang bekerja di lingkungan dengan paparan asbes, silika, asap diesel, atau bahan kimia berbahaya perlu lebih berhati-hati.
Gunakan alat pelindung diri, ventilasi yang memadai, serta membatasi kontak langsung dengan bahan berbahaya dapat membantu mengurangi risiko paparan zat pemicu kanker paru-paru.
4. Mengurangi paparan gas radon
Radon merupakan gas radioaktif alami yang dapat masuk dan menumpuk di dalam bangunan, termasuk melalui celah pada lantai atau fondasi. Untuk mengurangi risikonya, periksa kadar radon di dalam bangunan.
5. Menghindari suplemen beta-karoten dosis tinggi
Suplemen beta-karoten dosis tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi, terutama oleh perokok aktif dan mantan perokok. Sebab penelitian justru menunjukkan suplemen tersebut justru dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada kelompok ini.
Demikian penyebab dan cara mencegah kanker paru-paru. Dengan menghindari penyebabnya, Anda dapat menurunkan risiko terkena kanker paru-paru.
(fef)