Tempo Scan Bentuk Yayasan Kasih Mulia, Peduli Difabel-Pasien Kanker
Tempo Scan Group membentuk Yayasan Kasih Mulia dengan tiga misi dan aksi sosial. Meliputi perluasan peluang kerja bagi penyandang disabilitas, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bantuan akses pengobatan bagi pasien kanker.
Yayasan ini dibentuk untuk meneruskan semangat kepedulian sosial sekaligus mengenang satu tahun wafatnya Kartini Muljadi, salah satu Co-Founder Tempo Scan Group.
Penasihat Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia, Andi Mallarangeng, mengatakan perusahaan sebelumnya telah menjalankan berbagai kegiatan sosial. Melalui yayasan, kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lebih terencana dan berkelanjutan.
"Kami ingin lebih sustainable, sehingga perlu ada payung yang menaunginya, yaitu yayasan Tempo Scan Kasih Mulia ini," ujar Andi dalam acara peluncuran Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia di Jakarta, Kamis (15/10).
Ia menjelaskan, ketiga program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sekaligus sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas
Andi menjelaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mempersiapkan penyandang disabilitas agar mampu bekerja dan mengembangkan diri.
"Kita ingin agar sumber daya manusia bangsa Indonesia yang kebetulan menyandang disabilitas ini juga diberi kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Tempo Scan, Ernest Beneldy, menjelaskan program ini dirancang melalui empat tahap berkelanjutan. Tahap pertama meliputi pengenalan budaya kerja dan asesmen untuk mengetahui potensi serta kebutuhan pengembangan setiap peserta.
Peserta juga akan mendapatkan orientasi mengenai perilaku dan aturan keselamatan kerja, serta pembekalan kemampuan digital dan keterampilan lain yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Tahap kedua berupa pelatihan keterampilan dasar dan fungsional sesuai dengan bidang penempatan. Proses pembelajaran menggabungkan kegiatan di kelas dengan praktik langsung di area kerja, didampingi mentor dari karyawan Tempo Scan Group.
Setelah itu, peserta akan mengikuti praktik kerja mandiri atau on-the-job training.
"Proses pembelajaran ini ada kombinasi dari pembelajaran di kelas dan juga praktik di area kerjaan," ujar Ernest.
"Jadi, ini benar-benar kita sudah memberikan penugasan kepada mereka, dengan tujuan melatih kepercayaan diri dan kemandirian mereka untuk tugas dan tanggung jawab yang diberikan," lanjutnya.
Tahap terakhir adalah evaluasi kompetensi dan pemberian sertifikasi. Hasil evaluasi juga akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk memberikan peluang perekrutan sesuai dengan kebutuhan unit kerja.
Pada tahap awal, program ini ditargetkan menjangkau 100 peserta dan dilaksanakan secara bertahap. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kesiapan unit kerja, ketersediaan mentor, serta dukungan fasilitas yang sesuai.
Dorong UMKM go digital
Wakil Ketua Pengurus Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia, I Made Dharma Wijaya, menjelaskan bahwa kesenjangan akses masih menjadi tantangan bagi UMKM di tengah perkembangan perdagangan digital.
"Misalnya kemampuan, pengetahuan, biaya yang mahal dari e-commerce yang saat ini ada," kata I Made.
Melalui TempoMart.com, perusahaan berupaya menyediakan platform dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan sejumlah platform yang telah lebih dulu beroperasi.
Pelaku UMKM juga akan mendapatkan edukasi mengenai penempatan produk dan pengiklanan agar lebih mudah ditemukan konsumen.
Donasi awal Rp5 miliar untuk pasien kanker
Program ketiga ditujukan untuk membantu pasien kanker, terutama dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi keterbatasan biaya pengobatan.
Program ini dilatarbelakangi pengalaman pribadi Handoyo S. Mulyadi, salah satu pendiri sekaligus Executive Chairman Tempo Scan Group yang kehilangan anggota keluarga akibat kanker ketika akses terhadap obat kanker di Indonesia masih terbatas.
Pada tahap awal, program ini memperoleh donasi sebesar Rp5 miliar dari Handoyo. Yayasan tidak menetapkan target jumlah pasien yang akan dibantu.
Fokus program adalah mendukung pasien agar dapat menjalani rangkaian pengobatan secara berkelanjutan, terutama ketika keterbatasan biaya berisiko membuat pengobatan terhenti.
"Tujuan atau sasaran akhir dari program ini adalah bagaimana kita meningkatkan survival rate atau harapan hidup dari penderita kanker tersebut," kata Made.
I Made menjelaskan ada lima nilai utama perusahaan meliputi kejujuran, kesetaraan, kerja keras, tanggung jawab, dan kebermanfaatan. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha maupun berinteraksi dengan karyawan, konsumen, dan masyarakat.
"Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia ini merupakan implementasi dari lima core values ini. Jadi, yayasan ini akan menjadi wadah dari semua kegiatan corporate social responsibility kita," sebut I Made.
"Tujuan dari pendirian yayasan ini adalah memberikan wadah agar kegiatan CSR bisa dilakukan lebih sistematis, lebih terencana, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat," imbuhnya.
(anm/fef)