7 Ciri-ciri Kamu Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 06:45 WIB
Ciri-ciri kamu tidak bisa mengendalikan emosi
Ilustrasi. Berikut ciri-ciri kamu tidak bisa mengendalikan emosi. (Nindya Putri Hermansyah)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada beberapa orang yang kesulitan mengendalikan emosi. Apakah kamu termasuk? Ciri-ciri kamu tidak bisa mengendalikan emosi antara lain, reaktif, mood berubah cepat, dan sulit menenangkan diri sendiri ketika marah atau sedih.

Mengendalikan emosi bukan berarti harus selalu terlihat tenang atau memendam perasaan. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang mengenali perasaan, mengatur reaksi, dan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, sebagian orang mengalami kesulitan mengelola emosi sehingga reaksinya terasa berlebihan, sulit dihentikan, atau berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri kamu tidak bisa mengendalikan emosi

Emotional dysregulation atau kesulitan regulasi emosi dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut.

1. Bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil

Melansir dari situs Clearview Outpatient, salah satu ciri-ciri kamu tidak bisa mengendalikan emosi adalah selalu memberikan reaksi emosional yang jauh lebih kuat daripada yang diharapkan dalam situasi tertentu.

Kamu, misal, langsung marah besar ketika menerima kritik ringan atau merasa sangat terpukul hanya karena rencana sederhana tidak berjalan sesuai harapan.

Hal ini bukan berarti kamu sengaja bersikap berlebihan. Namun, jika sering terjadi, kamu perlu belajar mengenali pemicu emosi dan memberi jeda sebelum bereaksi.

2. Perubahan suasana hati terjadi dengan cepat

Kamu bisa merasa senang pada satu waktu, kemudian mendadak sedih, kesal, atau cemas tidak lama setelahnya. Perubahan suasana hati ini terkadang terasa sulit dipahami, terutama jika pemicunya tidak jelas.

Jika perubahan tersebut sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk memperhatikan pola yang muncul, seperti kurang tidur, tekanan pekerjaan, atau konflik dengan orang lain.

3. Sulit menenangkan diri setelah marah atau sedih

Ketika sudah merasa kesal, kamu membutuhkan waktu lama untuk kembali tenang. Bahkan setelah masalah selesai, pikiran tentang kejadian tersebut terus berputar dan membuat perasaan negatif bertahan selama berjam-jam atau lebih lama.

Kondisi ini dapat menguras energi dan mengganggu konsentrasi. Cobalah mengambil jeda, mengatur napas perlahan, atau menjauh sebentar dari situasi yang memicu emosi sebelum melanjutkan pembicaraan.

4. Bertindak impulsif saat emosi memuncak

Ketika marah atau sedih, kamu mungkin langsung membentak, mengirim pesan kasar, menghabiskan uang tanpa pertimbangan, atau mengambil keputusan yang kemudian disesali.

Reaksi impulsif sering muncul karena keinginan untuk segera mengurangi perasaan tidak nyaman. Sebelum bertindak, beri dirimu waktu untuk berpikir dan pertimbangkan konsekuensi dari keputusan tersebut.

5. Sering mengalami konflik dengan orang lain

Kesulitan mengendalikan emosi dapat membuat hubungan dengan pasangan, keluarga, atau rekan kerja menjadi lebih rumit. Kamu mungkin mudah tersinggung, menganggap perkataan orang lain sebagai serangan, atau kesulitan menerima perbedaan pendapat.

Jika pola ini terus berulang, hubungan bisa menjadi renggang. Belajarlah menyampaikan perasaan dengan jelas tanpa membentak, menyalahkan, atau merendahkan orang lain.

6. Sulit memahami perasaan sendiri

Terkadang, kamu hanya menyadari bahwa dirimu sedang merasa tidak nyaman, tetapi tidak tahu apakah penyebabnya adalah marah, kecewa, takut, atau sedih. Akibatnya, kamu kesulitan menentukan cara yang tepat untuk mengatasi perasaan tersebut.

Cobalah berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, "Apa yang sebenarnya aku rasakan?" dan "Apa yang membuatku merasa seperti ini?" Mengenali emosi merupakan langkah awal untuk mengelolanya.

7. Mengalami keluhan fisik saat stres

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosi bisa memiliki keluhan fisik juga ketika sedang stress.

Tekanan emosional yang berlangsung lama dapat disertai keluhan fisik, seperti sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, atau masalah pencernaan. Kamu juga mungkin merasa lelah meskipun tidak melakukan banyak aktivitas.

Keluhan tersebut memiliki berbagai kemungkinan penyebab dan tidak otomatis menandakan gangguan regulasi emosi. Jika sering terjadi atau mengganggu aktivitas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

(els/els)