Pendaki Gunung Prau Minta Maaf Usai Viral Tinggalkan Balita di Tenda

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 17:15 WIB
Gunung Prau di Wonosobo, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Unggahan video aksi pendaki yang diduga meninggalkan anaknya yang masih balita di dalam tenda di Gunung Prau, Jawa Tengah, viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman publik.

Usai rekaman tersebut memicu sorotan tajam, ayah dari balita tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaiannya.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (17/10). Melalui video permohonan maaf yang diunggah ulang oleh akun Instagram @ranger_prau, sang ayah mengakui kesalahannya dan berjanji akan lebih bertanggung jawab dalam menjaga anaknya.

"Saya selaku orang tua, ingin meminta maaf atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya. Ini akan menjadi pelajaran buat saya untuk menjaga anak saya dengan lebih baik," ujar sang ayah.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak keluarga, balita tersebut diajak mendaki bersama orang tuanya dan semula tertidur di dalam tenda. Sebelum beraktivitas keluar, orang tua balita telah menitipkan anaknya kepada rekan pendaki yang berada di tenda sebelah.

Namun, rekan yang dimintai tolong menjaga justru tertidur. Saat terbangun dan menyadari orang tuanya tidak ada, balita tersebut menangis histeris di dalam tenda hingga terdengar oleh pendaki lain yang sedang melintas.

Seorang pendaki wanita yang berada di lokasi kemudian sigap membantu menenangkan balita tersebut hingga orang tuanya kembali.

Selain menyampaikan permohonan maaf, ayah balita tersebut menyampaikan apresiasi kepada pendaki yang telah merawat anaknya, serta meminta agar rekaman video yang memperlihatkan wajah sang buah hati dapat dihapus dari media sosial.

"Saya ucapkan terima kasih kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya. Kejadian ini menjadi teguran bagi saya selaku orang tua. Mohon maaf sebesar-besarnya," tambahnya.

@alifs827 Gn prau 15 oktober 2026 #gunungprau #viral ♬ suara asli - all

Video insiden tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @alifs827 dan dengan cepat menuai reaksi keras dari masyarakat luas. Warganet menilai tindakan orang tua korban sangat berisiko dan membahayakan keselamatan jiwa sang anak.

Pengunjung media sosial menyoroti tingginya risiko hipotermia dan paparan angin dingin ekstrem di kawasan puncak Gunung Prau yang dapat membahayakan fisik balita.

Komunitas pendaki bersama warganet pun mendesak pihak pengelola basecamp Gunung Prau untuk melakukan pengusutan dan memberikan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK