Pramugari Ungkap Satu Minuman yang Wajib Dipesan Saat di Pesawat

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 20:00 WIB
Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (istockphoto/tttuna)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jus tomat dan ginger ale kerap menjadi minuman favorit para penumpang saat bepergian dengan pesawat. Namun, para pramugari justru menyarankan penumpang untuk menghindari kedua jenis minuman tersebut demi menjaga kesehatan tubuh selama penerbangan.

Jus tomat memang memiliki alasan ilmiah mengapa terasa sangat nikmat di ketinggian 35 ribu kaki. Tekanan udara yang rendah serta kelembapan kabin yang kering cenderung menumpulkan indra pengecap rasa manis dan asin, sementara rasa gurih pada jus tomat justru terasa lebih segar.

Di sisi lain, ginger ale populer karena dianggap dapat meredakan rasa mual atau sakit perut saat terbang, kendati minuman kaleng ini sejatinya mengandung sangat sedikit jahe asli dan memiliki kadar gula yang sangat tinggi.

Pramugari maskapai Southwest Airlines yang berbasis di Texas, Kate, membeberkan bahwa minuman nonsoda paling ideal yang wajib diprioritaskan oleh para penumpang adalah air putih kemasan botol.

"Jika Anda merasa kurang fit saat terbang, kemungkinan besar itu karena Anda kekurangan cairan. Ginger ale mungkin bisa menenangkan perut, tetapi satu kalengnya mengandung hingga 33 gram gula yang memberatkan tubuh," ujar Kate, melansir Travel + Leisure.

Pramugari senior sekaligus kreator konten, Christa Treat, turut menyuarakan hal senada. Ia mengimbau penumpang untuk menghindari soda, alkohol, maupun jus tomat selama berada di udara.

"Jika boleh memilih, saya ingin semua penumpang minum air putih. Soda buruk untuk tubuh, alkohol merusak kondisi fisik saat terbang, dan jus tomat sangat tinggi garam sehingga memicu perut kembung," jelas Treat.

Treat menyarankan penumpang untuk memilih air mineral kemasan atau club soda. Namun, ia mengingatkan agar penumpang memastikan air yang disajikan berasal dari botol dan menghindari penggunaan es batu, mengingat sejumlah studi meragukan kualitas air dari tangki penampungan pesawat.

Kelembapan udara di dalam kabin pesawat sangat rendah, sehingga berisiko memicu kulit kering, sakit kepala, hingga dehidrasi parah. Minum air putih menjadi solusi tunggal yang dapat menjaga suhu tubuh, mendukung fungsi organ, serta membantu meredakan dampak jet lag.

Sementara itu, mantan pramugari dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Mary Jo Manzanares, menambahkan bahwa bagi penumpang yang ingin mencari ketenangan atau suasana santai, pilihan minuman sangat bergantung pada kenyamanan pribadi masing-masing selama kebutuhan hidrasi utama tetap terpenuhi.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK