Daftar Negara Paling Stressful di Dunia, RI Posisi Berapa?

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 17:45 WIB
Burundi, Sudan Selatan, dan Afghanistan dinilai jadi negara paling stressful.
Ilustrasi. Burundi, Sudan Selatan, dan Afghanistan dinilai sebagai negara paling stressful. (iStock/CandyRetriever)
Jakarta, CNN Indonesia --

Siapa sangka, setiap negara punya tingkat stres-nya masing-masing. Sebuah laporan menemukan daftar negara dengan tingkat stres tertinggi. Mana saja?

Pemeringkatan ini didapat dari Global Emotion Report 2025 yang dirilis oleh majalah CEOWorld. Laporan ini menyoroti negara mana yang berkinerja baik dalam hal kesejahteraan warga dari berbagai kategori.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CEOWorld menganalisis 197 negara di empat kategori stres: terkait pekerjaan, finansial, sosial, dan kesehatan.

Burundi, Sudan Selatan, dan Afghanistan menduduki posisi tiga terbawah. Ketiganya dinilai sebagai negara dengan tingkat stres tertinggi.

"Burundi diidentifikasi sebagai negara paling tegang di dunia, diikuti oleh Sudan Selatan, Afghanistan, Suriah, dan Malawi," tulis CEOWorld.

Berikut daftar negara paling stressful di dunia tahun 2025. Skor yang tercantum menggambarkan tingkat kesejahteraan masing-masing negara berdasarkan beberapa kategori di atas.

1. Burundi (skor total 26,31)
2. Sudan Selatan (26,78)
3. Afghanistan (27,49)
4. Suriah (27,69)
5. Malawi (28,28)
6. Yaman (28,82)
7. Republik Afrika Tengah (29,19)
8. Madagaskar (29,35)
9. Korea Utara (29,59)
10. Sudan (29,94)

Di mana posisi Indonesia?

[Gambas:Video CNN]

Indonesia sendiri tak masuk dalam daftar 10 terbawah. Dari 197 negara yang dinilai, Indonesia menduduki posisi 119, dengan skor total sebesar 51,64.

Jika dirinci berdasarkan kategori, kesejahteraan kerja di Indonesia memiliki skor 65,18. Sementara kesejahteraan finansial dengan skor 53,35 dan 42,94 untuk kesejahteraan sosial.

Yang terakhir, dilihat dari kesehatan, Indonesia memiliki skor 45,12.

Stres sendiri dapat bermanifestasi dalam berbagai cara tergantung pada konteks tempat seseorang tinggal.

Di beberapa negara berkembang, stres mungkin terkait dengan ancaman konflik bersenjata. Sementara stres di negara dengan ekonomi yang lebih maju, stres sering muncul dari tuntutan pekerjaan sehari-hari yang menantang.

Masih berdasarkan laporan yang sama, lebih dari sepertiga responden mengaku mengalami banyak stres.

Kendati demikian, survei ini merupakan penilaian untuk kehidupan di masing-masing negara pada tahun 2025. Tingkat stres masing-masing negara bisa berubah seiring waktu berjalan.

(asr/asr)