Daftar Capaian Dua Tahun Prabowo Gibran di Sektor Pariwisata
CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 15:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (REUTERS/Stringer)
3. Investasi dan lapangan kerja bertambah
Dari sisi investasi, sektor pariwisata mencatatkan realisasi sebesar Rp73,56 triliun sepanjang 2025. Pada semester I 2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun.
Investasi juga mendorong aktivitas ekonomi di kawasan ekonomi khusus (KEK) yang memiliki kegiatan pariwisata. Enam KEK pariwisata mencatatkan investasi Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 lapangan kerja.
Sementara lima KEK lain yang memiliki kegiatan pariwisata mencatatkan investasi Rp4,5 triliun dengan 1.621 lapangan kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pariwisata juga mencatat sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadi angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
4. Desa wisata ikut menggerakkan ekonomi lokal
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat pariwisata ke daerah. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Dari pemantauan terhadap 66 desa wisata, pendapatan desa dari pariwisata meningkat dari Rp46,05 miliar pada 2024 menjadi Rp59,70 miliar pada 2025. Jumlah tenaga kerja lokal juga naik dari 3.234 menjadi 4.959 orang.
Selain itu, tiga desa wisata Indonesia, yakni Jatiluwih, Wukirsari, dan Pemuteran, menerima penghargaan UN Tourism Best Tourism Village dalam dua tahun terakhir.
5. Ratusan acara didukung untuk mendorong pergerakan wisatawan
Kementerian Pariwisata mendukung 377 acara sepanjang 2025 hingga September 2026. Berdasarkan kajian terhadap 354 acara yang mencakup Karisma Event Nusantara (KEN), (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) MICE, dan acara internasional, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 23,91 juta orang.
Berbagai acara tersebut juga diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp45,9 triliun. Kegiatan semacam ini turut membuka peluang bagi pelaku usaha, UMKM, pekerja seni, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.
6. Daya saing dan pengakuan internasional
Dalam aspek daya saing, Indonesia menempati posisi kedua sebagai destinasi ramah Muslim terbaik menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026.
Indonesia juga mencatat skor 4,56 dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026, dengan peringkat kedua di Asia Tenggara dan keenam di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, Kementerian Pariwisata mencatat 311 penghargaan internasional sepanjang 2025 hingga September 2026.
Di sektor kuliner, Indonesia turut memperoleh 47 Michelin Keys pada 2026, meningkat dari 33 penghargaan pada 2025.
7. Penataan usaha akomodasi
Kementerian Pariwisata turut mendorong penataan usaha akomodasi jangka pendek. Hingga 23 September 2026, tercatat 113.692 unit akomodasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Jumlah tersebut bertambah 44.852 unit atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025. Pendampingan usaha juga dilakukan di tujuh provinsi, sementara 1.553 pelaku usaha telah mengikuti klinik pendampingan melalui kerja sama dengan sembilan platform pemesanan daring.
Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), hingga kontribusi pariwisata terhadap perekonomian.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerataan di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," kata Widiyanti dalam keterangan Kementerian Pariwisata yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (20/10).
Berikut sejumlah capaian sektor pariwisata yang disampaikan Kementerian Pariwisata menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
1. Kunjungan wisatawan meningkat
Berdasarkan data yang dikutip Kementerian Pariwisata, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisman sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, perjalanan wisnus sepanjang 2025 mencapai 1,2 miliar perjalanan.
Pada Januari hingga Agustus 2026, kunjungan wisman tercatat sebanyak 10,58 juta atau tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perjalanan wisnus pada periode tersebut mencapai 842,15 juta, meningkat 4,29 persen.
2. Devisa pariwisata mencapai ratusan triliun rupiah
Peningkatan aktivitas wisata turut memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa. Sepanjang 2025, devisa pariwisata tercatat mencapai US$18,27 miliar atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada semester I 2026, devisa pariwisata mencapai US$8,43 miliar atau sekitar Rp140,95 triliun. Angka tersebut tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, kontribusi langsung sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1.138,90 triliun.
Capaian Prabowo Gibran di Sektor Pariwisata dalam Dua Tahun
Ilustrasi wisatawan berkunjung ke Bali. (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)
3. Investasi dan lapangan kerja bertambah
Dari sisi investasi, sektor pariwisata mencatatkan realisasi sebesar Rp73,56 triliun sepanjang 2025. Pada semester I 2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun.
Investasi juga mendorong aktivitas ekonomi di kawasan ekonomi khusus (KEK) yang memiliki kegiatan pariwisata. Enam KEK pariwisata mencatatkan investasi Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 lapangan kerja.
Sementara lima KEK lain yang memiliki kegiatan pariwisata mencatatkan investasi Rp4,5 triliun dengan 1.621 lapangan kerja.
Kementerian Pariwisata juga mencatat sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadi angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
4. Desa wisata ikut menggerakkan ekonomi lokal
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat pariwisata ke daerah. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Dari pemantauan terhadap 66 desa wisata, pendapatan desa dari pariwisata meningkat dari Rp46,05 miliar pada 2024 menjadi Rp59,70 miliar pada 2025. Jumlah tenaga kerja lokal juga naik dari 3.234 menjadi 4.959 orang.
Selain itu, tiga desa wisata Indonesia, yakni Jatiluwih, Wukirsari, dan Pemuteran, menerima penghargaan UN Tourism Best Tourism Village dalam dua tahun terakhir.
5. Ratusan acara didukung untuk mendorong pergerakan wisatawan
Kementerian Pariwisata mendukung 377 acara sepanjang 2025 hingga September 2026. Berdasarkan kajian terhadap 354 acara yang mencakup Karisma Event Nusantara (KEN), (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) MICE, dan acara internasional, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 23,91 juta orang.
Berbagai acara tersebut juga diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp45,9 triliun. Kegiatan semacam ini turut membuka peluang bagi pelaku usaha, UMKM, pekerja seni, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.
6. Daya saing dan pengakuan internasional
Dalam aspek daya saing, Indonesia menempati posisi kedua sebagai destinasi ramah Muslim terbaik menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026.
Indonesia juga mencatat skor 4,56 dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026, dengan peringkat kedua di Asia Tenggara dan keenam di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, Kementerian Pariwisata mencatat 311 penghargaan internasional sepanjang 2025 hingga September 2026.
Di sektor kuliner, Indonesia turut memperoleh 47 Michelin Keys pada 2026, meningkat dari 33 penghargaan pada 2025.
7. Penataan usaha akomodasi
Kementerian Pariwisata turut mendorong penataan usaha akomodasi jangka pendek. Hingga 23 September 2026, tercatat 113.692 unit akomodasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Jumlah tersebut bertambah 44.852 unit atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025. Pendampingan usaha juga dilakukan di tujuh provinsi, sementara 1.553 pelaku usaha telah mengikuti klinik pendampingan melalui kerja sama dengan sembilan platform pemesanan daring.