Jakarta, CNN Indonesia -- Nasi yang tersisa saat makan malam sering kali disimpan untuk disantap kembali keesokan harinya. Ada yang mengolahnya menjadi nasi goreng, memanaskannya kembali, hingga sengaja memasak nasi dalam jumlah banyak untuk disimpan sebagai stok nasi beku.
Cara ini memang praktis, terutama bagi yang ingin menghemat waktu menyiapkan makanan. Namun, nasi matang tidak bisa disimpan sembarangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara penyimpanan dan pemanasan yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas nasi sekaligus meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Lalu, berapa lama nasi matang bisa disimpan di kulkas atau freezer? Bagaimana cara memanaskannya kembali agar tetap aman dikonsumsi?
Ahli gizi Adisty Pavitasari menjelaskan, kandungan kalori nasi cenderung stabil, baik dalam kondisi dingin maupun setelah dipanaskan.
"Kandungan kalori dan makronutrien nasi, baik dalam kondisi matang, dingin, maupun pemanasan ulang, cenderung stabil," kata Adisty kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/10).
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari perubahan kandungan vitamin hingga cara menyimpan nasi agar tetap aman dikonsumsi. Nasi matang yang tidak langsung dikonsumsi sebaiknya segera disimpan di kulkas.
"Penyimpanan nasi di kulkas atau chiller sebaiknya simpan dalam wadah kedap udara maksimal 3-5 hari," ucap Adisty.
Adapun jika ingin menyimpan nasi lebih lama, freezer bisa menjadi pilihan, karena bertahan dalam rentang satu sampai tiga bulan. Ia mengatakan, nasi beku yang dipanaskan kembali memiliki kadar pati resistan mirip dengan nasi dingin di kulkas.
"Penyimpanan nasi di freezer bisa bertahan lebih lama hingga satu sampai tiga bulan. Namun teksturnya bisa menjadi lebih keras jika tidak dipanaskan kembali dengan benar, misal dikukus atau diberi sedikit percikan air sebelum dimasukkan microwave," tutur Adisty.
Penyimpanan di freezer bisa menjadi pilihan jika nasi tidak akan dikonsumsi dalam waktu dekat. Agar lebih praktis, nasi juga dapat dibagi ke dalam beberapa porsi sebelum disimpan.
Dengan begitu, nasi yang diambil untuk dimakan tidak perlu membuat seluruh persediaan dipanaskan berulang kali.
Apakah nasi boleh dipanaskan berulang kali?
Nasi yang sudah dingin atau disimpan di kulkas boleh dipanaskan kembali. Meski begitu, pemanasan berulang kali sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kualitas nasi.
Adisty menjelaskan, meskipun kandungan kalori dan makronutrien cenderung stabil, kadar air dan beberapa vitamin dalam nasi dapat berkurang setelah pemanasan berulang.
"Terdapat penurunan pada kadar air atau nasi menjadi kering dan penurunan beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas dan air, seperti vitamin B, khususnya nasi sebagai sumber vitamin B1 atau thiamin saat dipanaskan berulang kali. Nasi boleh dipanaskan kembali, tetapi sebaiknya tidak dipanaskan lebih dari satu kali," tuturnya.
Adisty juga menyarankan agar nasi disimpan dengan benar dan dipanaskan menggunakan cara yang sesuai.
"Jika ingin menyimpan nasi, sebaiknya simpan dalam wadah tertutup dan porsi kecil agar tidak memanaskan berulang kali. Saat memanaskan kembali, gunakan microwave, kukus, atau turunkan makanan beku dari freezer ke kulkas, jangan biarkan nasi dalam suhu ruang," ujarnya.
Baca halaman selanjutnya untuk mengetahui cara menyimpan dan memanaskan nasi beku dengan aman...
Jangan biarkan nasi terlalu lama di suhu ruang
Ilustrasi nasi putih. (Istockphoto/Taa22)
Jangan biarkan nasi terlalu lama di suhu ruang
Selain lama penyimpanan, cara menangani nasi setelah matang juga penting. Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Adisty menyarankan untuk menerapkan prinsip "Chill" dalam panduan empat dasar keamanan pangan di rumah (4 Basic Food Safety at Home) dari U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Prinsip ini menekankan pentingnya menyimpan makanan pada suhu yang tepat agar pertumbuhan bakteri dapat dikendalikan. Berikut empat prinsip keamanan pangan yang perlu diperhatikan saat menyiapkan dan menyimpan makanan di rumah:
- Clean (bersihkan): bersihkan tangan, bahan makanan, alat memasak, dan lingkungan dapur.
- Separate (pisahkan): pisahkan makanan mentah dan matang.
- Cook (masak): masak makanan hingga matang dengan suhu yang sesuai untuk membunuh kuman dan bakteri.
- Chill (dinginkan): simpan makanan pada suhu yang tepat untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.
[Gambas:Video CNN]
Khusus untuk penyimpanan nasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prinsip "Chill" ini:
- Perhatikan danger zone, bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 5-60 derajat Celsius.
- Terapkan aturan dua jam (two-hour rule). Jangan biarkan nasi dan makanan matang berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika tidak langsung dimakan, segera simpan di kulkas.
- Gunakan wadah tertutup atau wadah kedap udara membantu mengurangi risiko kontaminasi dari makanan lain di kulkas.
- Panaskan kembali dengan benar, misalnya gunakan microwave atau kukusan. Jika nasi beku perlu dicairkan terlebih dahulu, pindahkan ke kulkas dan jangan membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.
Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan pemanasan, nasi sisa bisa dimanfaatkan kembali tanpa harus langsung dibuang. Kuncinya, simpan sesuai kebutuhan, hindari pemanasan berulang kali, dan jangan membiarkan nasi terlalu lama berada di suhu ruang.