Bundaran HI, Saksi Biru Perjalanan Kota Jakarta dari Masa ke Masa
Bundaran HI (Hotel Indonesia) merupakan salah satu landmark bersejarah di Jakarta. Kawasan yang berada di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman ini dikenal dengan Monumen Selamat Datang atau Patung Selamat Datang yang berdiri di tengah kolam air mancur.
Monumen tersebut dibangun menjelang penyelenggaraan Asian Games IV pada 1962 sebagai upaya Presiden Soekarno mempersiapkan Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada para tamu dari berbagai negara.
Gagasan pembangunan Patung Selamat Datang berasal dari Soekarno pada 1959. Ia menunjuk Henk Ngantung, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, untuk membuat rancangan awal monumen.
Pengerjaan patung kemudian dipercayakan kepada pematung Edhi Sunarso bersama tim Pematung Keluarga Arca Yogyakarta.
Pembangunan monumen dimulai pada 1961 dan diselesaikan untuk menyambut Asian Games IV pada 1962. Kemudian, Patung Selamat Datang tercatat diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1962.
Patung Selamat Datang menampilkan sepasang pemuda dan pemudi yang melambaikan tangan. Sosok perempuan membawa rangkaian bunga sebagai simbol penyambutan bagi para tamu dan atlet yang datang ke Jakarta untuk mengikuti Asian Games IV.
Patung berbahan dasar perunggu ini memiliki tinggi 7 meter (10 meter jika termasuk kaki penyangga). Total seluruh struktur tugu Selamat Datang dari atas tanah sekitar 30 meter.
Penempatan monumen di depan Hotel Indonesia juga memiliki alasan tersendiri. Hotel tersebut menjadi salah satu tempat menginap para atlet dan tamu yang menghadiri Asian Games 1962.
Lokasinya strategis untuk menyambut mereka yang memasuki Jakarta dari arah Bandara Kemayoran menuju pusat kota.
Di bawah patung terdapat kolam dengan air mancur yang menjadi ciri khas Bundaran HI. Air mancur tersebut memiliki lima pancaran atau formasi. Kelima pancaran tersebut menjadi simbol yang menggambarkan Pancasila.
Sebelumnya, Bundaran HI pernah direnovasi pada 2002, termasuk pembaruan air mancur, desain kolam, dan pencahayaan. Air mancur yang telah direnovasi menjalani uji coba pada 11 Juni 2002, kemudian diresmikan dalam rangka peringatan hari jadi Jakarta ke-475 pada 22 Juni 2002.
Bundaran HI resmi ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024.
(dsd/wiw)