Sudah Dewasa, Kok Masih Suka Beli Mainan? Ini Kata Studi
Sudah punya penghasilan sendiri, dan masih tergoda membeli Lego, mobil remote control, atau figur miniatur? Pemandangan orang dewasa berburu mainan bukanlah hal yang langka.
Ada yang sengaja mencari figur karakter favorit, merakit Lego setelah pulang kerja, hingga menghabiskan waktu mengecat miniatur berukuran kecil. Lalu, kenapa mainan masih menarik ketika seseorang sudah dewasa?
Bukan cuma untuk dimainkan
Bagi sebagian orang dewasa, kesenangan memiliki mainan justru tidak berhenti pada saat mainan itu dimainkan. Proses merakit, mengecat, menyusun, dan memajangnya bisa menjadi bagian yang sama menariknya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Simulation & Gaming mencoba memahami hal tersebut melalui pengalaman penggemar miniatur dewasa di Finlandia.
Peneliti menganalisis jawaban penggemar miniatur berusia 18 hingga 56 tahun. Mereka ingin mengetahui apa yang membuat aktivitas merakit, mengecat, mengoleksi, dan memainkan figur miniatur tetap menarik bagi orang dewasa.
Hasilnya, ada beberapa hal yang membuat hobi ini terasa menyenangkan. Salah satunya adalah kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan keterampilan.
Saat merakit atau mengecat figur, seseorang bisa menentukan sendiri warna, detail, dan tampilan akhir yang diinginkan. Ada proses belajar sekaligus kepuasan ketika benda yang awalnya berupa bagian-bagian kecil akhirnya terbentuk sesuai bayangan mereka.
Untuk beberapa peserta penelitian, proses membuat miniatur justru lebih penting daripada memainkan figur tersebut. Mainan tidak selalu harus digunakan untuk bermain dalam pengertian yang kita kenal sejak kecil.
Ada juga yang membeli mainan karena nostalgia
Selain kreativitas, kenangan masa lalu juga dapat membuat mainan terasa istimewa bagi orang dewasa. Studi dari Qualitative Market Research, An International Journal meneliti hubungan nostalgia dengan kebiasaan mengoleksi mainan lawas di komunitas kolektor daring.
Penelitian menunjukkan, nostalgia dapat mendorong seseorang memulai koleksi. Kenangan tentang mainan tertentu atau ketertarikan terhadap benda dari masa lalu bisa menjadi alasan seseorang mulai mencari dan mengumpulkannya.
Hubungan emosional itu juga dapat memengaruhi perkembangan koleksi. Seseorang mungkin terus berburu figur tertentu karena benda tersebut mengingatkannya pada masa kecil atau periode hidup yang bermakna.
Punya uang sendiri, bisa membeli mainan yang dulu diinginkan
Ada pula hal sederhana yang membuat pengalaman membeli mainan terasa berbeda saat dewasa, kini seseorang memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai hobinya.
Mainan yang dahulu hanya bisa dilihat di toko atau diinginkan sebagai hadiah ulang tahun kini bisa dibeli menggunakan uang sendiri. Bagi sebagian orang, membeli figur atau melengkapi koleksi juga menjadi cara memenuhi keinginan lama yang belum sempat terwujud.
Meski demikian, tidak semua orang dewasa membeli mainan karena nostalgia. Ada yang baru mengenal hobi tersebut setelah dewasa, tertarik pada proses merakit, atau menikmati tantangan mengoleksi barang tertentu.
Kreativitas, imajinasi, kepuasan mengoleksi, hubungan sosial, dan kenangan masa lalu dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
(anm/asr)