Punya Anjing Bisa Bantu Panjang Umur, Ini Kata Penelitian
CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 08:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Punya anjing sebagai hewan peliharaan ternyata bikin panjang umur. (UNYAFP/LOU BENOIST)
Jakarta, CNN Indonesia --
Memelihara anjing bukan sekadar memberikan teman bermain di rumah. Bagi pemiliknya, rutinitas mengajak anjing berjalan-jalan, bermain, hingga berinteraksi dengan sesama pemilik hewan bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.
Sejumlah penelitian mengaitkan kepemilikan anjing dengan risiko kematian dini yang lebih rendah. Kebiasaan yang terbentuk dari merawat anjing diduga berperan dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.
Meski demikian, memelihara anjing bukan jaminan seseorang akan berumur panjang. Manfaatnya lebih berkaitan dengan aktivitas fisik, dukungan emosional, interaksi sosial, serta rutinitas harian yang menyertai perawatan hewan tersebut.
Lantas, bagaimana memelihara anjing dapat membantu menjaga kesehatan? Berikut sejumlah manfaat yang perlu diketahui, dirangkum dari penelitian dan penjelasan para ahli kesehatan seperti dikutip dari EatingWell:
1. Mendorong tubuh lebih aktif bergerak
Anjing dapat menjadi alasan bagi pemiliknya untuk lebih banyak bergerak sepanjang hari. Mengajak anjing berjalan-jalan, membawanya keluar untuk buang air, hingga bermain bersama membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 10 ribu orang dewasa menemukan bahwa kepemilikan anjing berkaitan dengan peningkatan aktivitas berjalan kaki dan aktivitas fisik secara keseluruhan.
Menariknya, tingkat aktivitas fisik pemilik anjing yang tidak mengajak hewan peliharaannya berjalan-jalan cenderung serupa dengan orang yang tidak memiliki anjing. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat tersebut kemungkinan tidak hanya berasal dari kepemilikan anjing, tetapi juga dari aktivitas merawatnya, terutama berjalan kaki secara rutin.
Amy Fitzpatrick, dokter dari Boston Medical Center, menjelaskan bahwa anjing membutuhkan perhatian setidaknya sekali sehari, terlepas dari cuaca maupun kesibukan pemiliknya. Kondisi ini dapat membantu membentuk rutinitas yang mendorong seseorang tetap aktif.
Aktivitas fisik secara teratur diketahui berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kebiasaan bergerak juga berperan dalam menurunkan risiko kematian dini. Dengan demikian, rutinitas berjalan kaki bersama anjing dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian.
2. Membuka peluang interaksi sosial
Memiliki anjing juga dapat memperluas kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Saat berjalan-jalan di lingkungan rumah, mengunjungi taman anjing, atau berhenti ketika seseorang ingin menyapa dan mengelus hewan peliharaan, pemilik anjing berpeluang bertemu dengan tetangga maupun sesama pencinta hewan.
Psikolog klinis Max Doshay menjelaskan bahwa anjing dapat membantu pemiliknya menjalin pertemanan dengan tetangga dan orang lain yang memiliki ketertarikan serupa. Interaksi sederhana tersebut dapat berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih dekat. Bertemu orang yang sama saat berjalan-jalan setiap pagi, misalnya, dapat membangun keakraban dan membuka kesempatan untuk menjalin pertemanan.
Hubungan sosial penting bagi kesehatan dalam jangka panjang. Sebaliknya, isolasi sosial telah dikaitkan dengan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Namun, bukan berarti memiliki anjing secara otomatis menghilangkan kesepian. Sebuah tinjauan sistematis terhadap sejumlah penelitian menemukan hasil yang beragam mengenai hubungan kepemilikan hewan peliharaan dengan penurunan kesepian dan isolasi sosial.
Artinya, manfaat tersebut mungkin lebih bergantung pada kesempatan berinteraksi yang muncul ketika seseorang merawat dan mengajak anjingnya beraktivitas di luar rumah.
Lanjut ke halaman selanjutnya..
3. Membantu meredakan stres
Menghabiskan waktu bersama anjing juga berpotensi membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Sebuah penelitian terhadap orang dewasa sehat menemukan bahwa peserta melaporkan tingkat stres yang lebih rendah ketika berjalan-jalan, bermain, merawat, dan berinteraksi dengan anjing dibandingkan ketika hanya beristirahat.
Peneliti juga menemukan perubahan aktivitas gelombang otak selama beberapa bentuk interaksi tersebut. Perubahan ini konsisten dengan kondisi relaksasi yang lebih baik. Menurut Doshay, anjing dapat memberikan persahabatan dan dukungan emosional yang konsisten sehingga membantu seseorang menghadapi sebagian tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Stres juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta membuat seseorang lebih sulit mempertahankan kebiasaan sehat. Meski demikian, berinteraksi dengan anjing tidak dapat menggantikan penanganan medis atau psikologis ketika dibutuhkan. Aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola stres, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari rutinitas yang menyenangkan.
4. Berpotensi mendukung kesehatan kognitif saat menua
Merawat anjing melibatkan berbagai aktivitas yang membutuhkan perhatian dan kemampuan berpikir. Pemilik perlu mengingat jadwal makan, mengatur waktu berjalan-jalan, melatih perilaku hewan, serta menyesuaikan perawatan sesuai kebutuhannya. Aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan untuk terus menggunakan kemampuan kognitif, seperti mengingat, belajar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Salah satu penelitian menemukan bahwa pemilik anjing memiliki kemungkinan mengalami demensia sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak pernah memiliki anjing. Doshay menjelaskan bahwa melatih dan merawat anjing membutuhkan perencanaan, proses belajar, serta kemampuan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, pemilik perlu mempelajari respons anjing terhadap perintah tertentu, mengingat rutinitas perawatannya, dan mencari solusi ketika muncul perubahan perilaku. Berbagai kegiatan tersebut dapat melibatkan sejumlah kemampuan kognitif sekaligus. Dengan begitu, merawat anjing berpotensi memberikan stimulasi mental yang berlangsung secara alami dalam keseharian.
Namun, temuan mengenai hubungan kepemilikan anjing dan risiko demensia tidak serta-merta membuktikan bahwa memelihara anjing dapat mencegah penyakit tersebut. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibatnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Memelihara anjing bukan sekadar memberikan teman bermain di rumah. Bagi pemiliknya, rutinitas mengajak anjing berjalan-jalan, bermain, hingga berinteraksi dengan sesama pemilik hewan bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.
Sejumlah penelitian mengaitkan kepemilikan anjing dengan risiko kematian dini yang lebih rendah. Kebiasaan yang terbentuk dari merawat anjing diduga berperan dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.
Meski demikian, memelihara anjing bukan jaminan seseorang akan berumur panjang. Manfaatnya lebih berkaitan dengan aktivitas fisik, dukungan emosional, interaksi sosial, serta rutinitas harian yang menyertai perawatan hewan tersebut.
Lantas, bagaimana memelihara anjing dapat membantu menjaga kesehatan? Berikut sejumlah manfaat yang perlu diketahui, dirangkum dari penelitian dan penjelasan para ahli kesehatan seperti dikutip dari EatingWell:
1. Mendorong tubuh lebih aktif bergerak
Anjing dapat menjadi alasan bagi pemiliknya untuk lebih banyak bergerak sepanjang hari. Mengajak anjing berjalan-jalan, membawanya keluar untuk buang air, hingga bermain bersama membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 10 ribu orang dewasa menemukan bahwa kepemilikan anjing berkaitan dengan peningkatan aktivitas berjalan kaki dan aktivitas fisik secara keseluruhan.
Menariknya, tingkat aktivitas fisik pemilik anjing yang tidak mengajak hewan peliharaannya berjalan-jalan cenderung serupa dengan orang yang tidak memiliki anjing. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat tersebut kemungkinan tidak hanya berasal dari kepemilikan anjing, tetapi juga dari aktivitas merawatnya, terutama berjalan kaki secara rutin.
Amy Fitzpatrick, dokter dari Boston Medical Center, menjelaskan bahwa anjing membutuhkan perhatian setidaknya sekali sehari, terlepas dari cuaca maupun kesibukan pemiliknya. Kondisi ini dapat membantu membentuk rutinitas yang mendorong seseorang tetap aktif.
Aktivitas fisik secara teratur diketahui berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kebiasaan bergerak juga berperan dalam menurunkan risiko kematian dini. Dengan demikian, rutinitas berjalan kaki bersama anjing dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian.
2. Membuka peluang interaksi sosial
Memiliki anjing juga dapat memperluas kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Saat berjalan-jalan di lingkungan rumah, mengunjungi taman anjing, atau berhenti ketika seseorang ingin menyapa dan mengelus hewan peliharaan, pemilik anjing berpeluang bertemu dengan tetangga maupun sesama pencinta hewan.
Psikolog klinis Max Doshay menjelaskan bahwa anjing dapat membantu pemiliknya menjalin pertemanan dengan tetangga dan orang lain yang memiliki ketertarikan serupa. Interaksi sederhana tersebut dapat berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih dekat. Bertemu orang yang sama saat berjalan-jalan setiap pagi, misalnya, dapat membangun keakraban dan membuka kesempatan untuk menjalin pertemanan.
Hubungan sosial penting bagi kesehatan dalam jangka panjang. Sebaliknya, isolasi sosial telah dikaitkan dengan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Namun, bukan berarti memiliki anjing secara otomatis menghilangkan kesepian. Sebuah tinjauan sistematis terhadap sejumlah penelitian menemukan hasil yang beragam mengenai hubungan kepemilikan hewan peliharaan dengan penurunan kesepian dan isolasi sosial.
Artinya, manfaat tersebut mungkin lebih bergantung pada kesempatan berinteraksi yang muncul ketika seseorang merawat dan mengajak anjingnya beraktivitas di luar rumah.
Lanjut ke halaman selanjutnya..
Punya Anjing Bisa Bantu Panjang Umur, Ini Kata Penelitian
Ilustrasi. Memelihara anjing bukan cuma bikin bahagia, tapi bisa bikin usia pemiliknya lebih panjang. (istockphoto/Capuski)
3. Membantu meredakan stres
Menghabiskan waktu bersama anjing juga berpotensi membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Sebuah penelitian terhadap orang dewasa sehat menemukan bahwa peserta melaporkan tingkat stres yang lebih rendah ketika berjalan-jalan, bermain, merawat, dan berinteraksi dengan anjing dibandingkan ketika hanya beristirahat.
Peneliti juga menemukan perubahan aktivitas gelombang otak selama beberapa bentuk interaksi tersebut. Perubahan ini konsisten dengan kondisi relaksasi yang lebih baik. Menurut Doshay, anjing dapat memberikan persahabatan dan dukungan emosional yang konsisten sehingga membantu seseorang menghadapi sebagian tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Stres juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta membuat seseorang lebih sulit mempertahankan kebiasaan sehat. Meski demikian, berinteraksi dengan anjing tidak dapat menggantikan penanganan medis atau psikologis ketika dibutuhkan. Aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola stres, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari rutinitas yang menyenangkan.
4. Berpotensi mendukung kesehatan kognitif saat menua
Merawat anjing melibatkan berbagai aktivitas yang membutuhkan perhatian dan kemampuan berpikir. Pemilik perlu mengingat jadwal makan, mengatur waktu berjalan-jalan, melatih perilaku hewan, serta menyesuaikan perawatan sesuai kebutuhannya. Aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan untuk terus menggunakan kemampuan kognitif, seperti mengingat, belajar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Salah satu penelitian menemukan bahwa pemilik anjing memiliki kemungkinan mengalami demensia sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak pernah memiliki anjing. Doshay menjelaskan bahwa melatih dan merawat anjing membutuhkan perencanaan, proses belajar, serta kemampuan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, pemilik perlu mempelajari respons anjing terhadap perintah tertentu, mengingat rutinitas perawatannya, dan mencari solusi ketika muncul perubahan perilaku. Berbagai kegiatan tersebut dapat melibatkan sejumlah kemampuan kognitif sekaligus. Dengan begitu, merawat anjing berpotensi memberikan stimulasi mental yang berlangsung secara alami dalam keseharian.
Namun, temuan mengenai hubungan kepemilikan anjing dan risiko demensia tidak serta-merta membuktikan bahwa memelihara anjing dapat mencegah penyakit tersebut. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibatnya.