Punya Anjing Bisa Bantu Panjang Umur, Ini Kata Penelitian

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 08:15 WIB
A woman leashes her dachshund wearing a striped garment like her, as they take part in the Paris Sausage Walk on the Champs-Elysees Avenue in Paris on October 4, 2026. (Photo by Lou BENOIST / AFP)
Ilustrasi. Punya anjing sebagai hewan peliharaan ternyata bikin panjang umur. (UNYAFP/LOU BENOIST)

3. Membantu meredakan stres

Menghabiskan waktu bersama anjing juga berpotensi membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Sebuah penelitian terhadap orang dewasa sehat menemukan bahwa peserta melaporkan tingkat stres yang lebih rendah ketika berjalan-jalan, bermain, merawat, dan berinteraksi dengan anjing dibandingkan ketika hanya beristirahat.

Peneliti juga menemukan perubahan aktivitas gelombang otak selama beberapa bentuk interaksi tersebut. Perubahan ini konsisten dengan kondisi relaksasi yang lebih baik. Menurut Doshay, anjing dapat memberikan persahabatan dan dukungan emosional yang konsisten sehingga membantu seseorang menghadapi sebagian tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Stres juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta membuat seseorang lebih sulit mempertahankan kebiasaan sehat. Meski demikian, berinteraksi dengan anjing tidak dapat menggantikan penanganan medis atau psikologis ketika dibutuhkan. Aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola stres, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari rutinitas yang menyenangkan.

4. Berpotensi mendukung kesehatan kognitif saat menua

Merawat anjing melibatkan berbagai aktivitas yang membutuhkan perhatian dan kemampuan berpikir. Pemilik perlu mengingat jadwal makan, mengatur waktu berjalan-jalan, melatih perilaku hewan, serta menyesuaikan perawatan sesuai kebutuhannya. Aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan untuk terus menggunakan kemampuan kognitif, seperti mengingat, belajar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.

Salah satu penelitian menemukan bahwa pemilik anjing memiliki kemungkinan mengalami demensia sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak pernah memiliki anjing. Doshay menjelaskan bahwa melatih dan merawat anjing membutuhkan perencanaan, proses belajar, serta kemampuan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pemilik perlu mempelajari respons anjing terhadap perintah tertentu, mengingat rutinitas perawatannya, dan mencari solusi ketika muncul perubahan perilaku. Berbagai kegiatan tersebut dapat melibatkan sejumlah kemampuan kognitif sekaligus. Dengan begitu, merawat anjing berpotensi memberikan stimulasi mental yang berlangsung secara alami dalam keseharian.

Namun, temuan mengenai hubungan kepemilikan anjing dan risiko demensia tidak serta-merta membuktikan bahwa memelihara anjing dapat mencegah penyakit tersebut. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibatnya.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2