Wahana Horor Psikologis di Jepang, Hadirkan Mimpi Buruk Pengunjung
Bagi pencinta horor, memasuki rumah hantu bisa menjadi cara seru untuk menguji nyali. Dikejar sosok menyeramkan, menyusuri lorong gelap, hingga dikejutkan oleh kemunculan hantu menjadi bagian dari pengalaman yang dicari.
Namun, bagaimana jika wahana horor yang dimasuki bukan sekadar menampilkan sosok menyeramkan, tetapi juga membuat pengunjung merasa terisolasi dan seolah-olah tidak memiliki jalan keluar?
Konsep inilah yang ditawarkan Afterimage, atraksi horor terbaru di Universal Studios Japan, Osaka, Jepang. Wahana ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman horor psikologis intens yang diklaim dapat membuat pengunjung mempertanyakan batas antara kenyataan dan pengalaman yang mereka rasakan.
Dikenal juga dengan nama Lights Out: Nightmare Isolation, atraksi ini menjadi bagian dari acara Halloween Horror Nights 2026 yang berlangsung pada 11 September hingga 8 November 2026, seperti dikutip dari Vice.
Pengunjung harus berusia 18 tahun ke atas
Salah satu hal yang membuat Afterimage menarik perhatian adalah aturan masuknya. Atraksi ini menjadi yang pertama dalam sejarah Halloween Horror Nights di Universal Studios Japan yang mendapat klasifikasi R-18.
Artinya, pengunjung berusia di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan mengikuti atraksi ini. Sementara itu, pengunjung berusia 18 tahun ke atas diwajibkan menyetujui surat pernyataan sebelum memasuki wahana.
Selain tiket masuk taman hiburan, pengunjung juga perlu membeli tiket khusus untuk menikmati atraksi tersebut. Berdasarkan pengumuman resmi Universal Studios Japan, harga tiket khusus dimulai dari 1.900 yen atau sekitar Rp218 ribu. Harga dapat bervariasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Berbeda dari rumah hantu yang mengandalkan penampakan dan kejutan, Afterimage berfokus pada tekanan psikologis. Pengunjung akan diajak memasuki fasilitas yang digambarkan sebagai tempat penelitian mimpi buruk.
Di dalamnya, mereka dihadapkan pada situasi ekstrem, termasuk isolasi dan ruang tertutup. Suasana tersebut dirancang untuk membangun rasa tertekan, seolah-olah pengunjung terjebak dalam mimpi buruk yang sulit diakhiri.
Melalui konsep ini, Afterimage menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan apa yang terlihat, tetapi juga suasana dan perasaan yang muncul selama atraksi berlangsung.
(anm/tis/wiw)