Catat, Jangan Taruh 8 Barang Ini di Kantong Kursi Pesawat

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 06:20 WIB
Meski mudah dijangkau dan praktis, tidak semua barang cocok ditaruh di kantong kursi pesawat.
Ilustrasi. Meski mudah dijangkau dan praktis, tidak semua barang cocok ditaruh di kantong kursi pesawat. (istockphoto/Marija Bazarova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantong di bagian belakang kursi pesawat atau seatback pocket kerap dimanfaatkan penumpang untuk menyimpan berbagai barang selama penerbangan, mulai dari ponsel, buku bacaan, hingga botol minum.

Meski mudah dijangkau dan praktis, tidak semua barang cocok disimpan di sana. Selain berisiko tertinggal ketika penumpang turun dari pesawat, beberapa barang juga bisa terjatuh saat turbulensi atau terpapar kuman dari permukaan kantong yang jarang dibersihkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendiri sekaligus CEO agen perjalanan FlyOver Travel, Kristin Freeman menyebut, kantong kursi pesawat sebagai 'the junk drawer of the sky'. Ia menganggap kantong kursi pesawat sebagai laci serbaguna yang sering kali diisi oleh banyak barang saat penerbangan.

"Namun, ini bukan sekadar masalah kerapian. Ada persoalan nyata di baliknya. Jika ada barang yang mencuat melewati bagian atas kantong, pramugari akan-atau seharusnya-meminta Anda memindahkannya sebelum pesawat lepas landas," kata Freeman.

Melansir HuffPost, berikut delapan barang yang sebaiknya tidak disimpan di kantong kursi pesawat untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan selama penerbangan.

1. Barang berharga dan penting

Paspor, ponsel, dompet, kunci rumah, dan obat-obatan sebaiknya disimpan di dalam tas yang aman dan tetap berada dalam jangkauan. Barang-barang tersebut bisa tertinggal di pesawat atau sulit diambil kembali setelah penumpang turun.

Freeman mengatakan, dirinya kerap melihat penumpang berlari kembali ke arah pesawat karena meninggalkan barang, terutama setelah penerbangan malam. Padahal, awak pesawat tidak diizinkan membiarkan penumpang kembali masuk.

"Saya tidak pernah meletakkan barang apa pun yang mungkin saya perlukan dalam waktu dua jam setelah mendarat di kantong kursi," ujar Andreas Serra, perencana perjalanan sekaligus kepala operasional Optimise Travel.

2. Barang berukuran kecil

Earbud dan kacamata hitam berisiko terselip di balik buku petunjuk keselamatan atau masuk terlalu dalam ke kantong. Akibatnya, barang tersebut bisa tertinggal ketika penumpang turun dari pesawat.

3. Barang berukuran besar

Laptop dan tablet sebaiknya tidak disimpan di kantong kursi karena berisiko tidak tertampung dengan baik. Menurut Freeman, kantong tersebut hanya dirancang untuk menahan beban beberapa kilogram.

Barang yang tidak tersimpan sepenuhnya juga berisiko terlepas saat turbulensi atau menghalangi lorong ketika penumpang perlu keluar dari pesawat dengan cepat.

4. Perangkat elektronik dengan baterai

Laptop, tablet, dan power bank berisiko mengalami panas berlebih jika disimpan di tempat yang minim ventilasi. Perangkat elektronik sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak tertimbun barang lain.

"Jika perangkat mengalami panas berlebih, mengembang, mengeluarkan asap, atau terbakar, saya akan berhenti menggunakannya dan segera memberi tahu awak kabin," kata Serra.

Simak barang yang sebaiknya tak disimpan di kantong kursi pesawat lainnya di halaman berikutnya..

LIHAT SELENGKAPNYA