Ada dua jenis orang di media sosial jika dilihat dari kebiasaannya dalam mengunggah foto. Mereka yang senang mengunggah foto diri, dan mereka yang senang mengunggah apa pun selain foto diri.
Hal di atas nyatanya bukan sekadar kebiasaan. Ada kepribadian tertentu yang bisa dilihat dari kebiasaan mengunggah foto di media sosial, utamanya mereka yang tak suka mengunggah foto diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang yang tak suka atau jarang mengunggah foto diri di media sosial umumnya cenderung tenang dan memiliki batas dalam hal-hal yang bersifat privasi.
Tapi di luar itu, masih banyak lagi kepribadian yang bisa dijelaskan.
Platform media sosial seperti Instagram sendiri memang jadi wadah bagi banyak orang masa kini untuk 'memamerkan' kehidupannya. Setiap orang berhak untuk mengunggah apa pun yang mereka suka, mulai dari apa yang dimakan, foto diri, hingga pencapaian.
Kebiasaan menentukan jenis foto yang diunggah biasanya akan bergantung pada preferensi dan tujuan masing-masing, yang tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang lainnya.
Kepribadian orang yang jarang mengunggah foto diri di medsos
Mungkin kamu terheran-heran saat melihat seorang teman sangat jarang mengunggah foto dirinya di media sosial seperti Instagram, baik itu dalam feed ataupun story. Foto diri saja jarang, apalagi foto selfie.
Boleh jadi, orang yang jarang mengunggah foto diri dianggap tidak percaya diri akan penampilannya. Padahal sebaliknya, mereka justru umumnya memiliki kepercayaan diri yang cukup stabil.
Lantas, apa saja kepribadian orang yang jarang mengunggah foto diri di medsos? Berikut selengkapnya ulasan psikolog klinis Barbara Wilson, melansir laman Cottonwood Psychology.
1. Damai dengan privasi yang terjaga
Orang yang jarang mengunggah foto diri di medsos dinilai sebagai pribadi yang sangat menjaga dan menghargai privasi. Bagi mereka, privasi ibarat hal penting yang patut dijaga demi hidup tetap damai.
Wilson sendiri berpengalaman merasa tidur yang lebih nyenyak usai selama sepekan tidak mengunggah apa pun, apalagi foto diri.
"Saat berhenti mengunggah foto diri, Anda mungkin akan merasakan kelapangan baru. Hari yang sepenuhnya milik Anda. Kesalahan Anda akan terasa lebih kecil," tulis Wilson.
Berbagai penelitian menunjukkan, kepedulian seseorang terhadap privasi muncul salah satunya lantaran kontrol dan batas sosial. Privasi dianggap membentuk perilaku dan keputusan.
2. Memiliki batasan yang tegas
Tidak pernah mengunggah foto selfie atau foto diri bisa sama artinya dengan melatih batasan. Meski terdengar sepele, tapi pengulangan ini membangun kekuatan. Seseorang akan terbiasa memilih apa yang akan tetap menjadi miliknya.
Orang dengan sifat ini sering kali menetapkan batasan yang fleksibel, namun tetap tegas. Mereka bisa bersikap baik dan lugas sekaligus. Mereka juga tak merasa perlu membenarkan setiap pilihan.
Tak Butuh Validasi hingga Kepercayaan Diri yang Stabil
Ilustrasi. Orang yang jarang mengunggah foto diri di medsos umumnya cenderung tenang dan mengutamakan batas dalam hal-hal yang bersifat privasi. (istockphoto/pixdeluxe)
Orang yang tak suka mengunggah foto diri atau selfie di media sosial boleh jadi terkesan misterius. Padahal, nyatanya mereka punya nilai atau prinsip hidup yang dipercaya.
Tak cuma sangat menghargai privasi, mereka juga umumnya tak terlalu mementingkan citra dirinya di tengah khalayak luas. Validasi tak dibutuhkan hingga lebih nyaman tanpa sorotan, berikut ciri kepribadian orang yang jarang mengunggah foto diri di medsos lainnya.
3. Tak terlalu membutuhkan validasi
Bukan rahasia lagi, media sosial boleh jadi dianggap sebagai salah satu wadah bagi banyak orang untuk mencari validasi. Tapi, hal itu tak berlaku bagi mereka yang jarang mengunggah foto diri.
"Saat jarang mengunggah foto diri, Anda berhenti memberi 'makan' untuk bagian diri Anda yang menginginkan tepuk tangan instan," tulis Wilson.
Namun, bukan berarti keinginan untuk mendapatkan validasi itu tidak ada sepenuhnya. Setiap orang pasti menginginkan validasi. Hanya saja, pada mereka yang jarang mengunggah foto diri, validasi hanya ibarat 'camilan' pelengkap.
Alih-alih memperlihatkan foto dirinya, mereka umumnya punya cara sendiri untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.
4. Nyaman tanpa sorotan
Bagi beberapa orang, sorotan mungkin akan terasa menyenangkan. Tapi bagi beberapa lainnya, sorotan justru kadang bikin tak nyaman.
"Saat Anda merasa nyaman tanpa sorotan, Anda dapat menikmati hidup sepenuhnya tanpa perlu menyiarkannya. Momen-momen Anda tetap utuh," tulis Wilson.
5. Kepercayaan diri stabil
Tidak mengunggah foto selfie sama dengan mengurangi tekanan untuk membangun citra pribadi. Dengan begitu, seseorang tetap tumbuh. Namun, identitas tidak harus diperbarui di depan umum. Ini menandakan rasa percaya diri yang stabil.
Rasa percaya diri itu muncul dari jangkar identitas, yang berupa nilai-nilai, keyakinan, keahlian, dan pilihan seseorang.
6. Lebih memperhatikan konteks
Orang yang menghindari menampilkan foto diri di medsos lebih memperhatikan konteks daripada kebanyakan orang. Mereka umumnya memahami situasi sekitar. Mereka mengerti bahwa audiens akan menafsirkan gambar yang sama dengan cara berbeda.
Kesadaran akan konteks adalah tanda kecerdasan emosional.

