Cerita Kaye Lynn, Model Indonesia yang Tampil di Panggung TGC Jepang
Kaye Lynn jadi model asal Indonesia pertama yang melenggang di runway SBI Securities presents TGC Kitakyushu 2026 by Tokyo Girls Collection (TGC). Tampil mengenakan busana dari jenama Jepang, MURUA, Kaye tampil dengan nuansa cool dan edgy pada Sabtu (10/10).
TGC merupakan gelaran peragaan busana berskala besar yang berlangsung dua kali dalam setahu. Pertama kali digelar pada 2005, TGC punya pengaruh besar dalam menentukan tren mode Jepang.
"Aku merasa sangat terhormat bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung sebesar ini, apalagi di Jepang dan membawa nama Indonesia," ujar Kaye dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).
Dalam debutnya, Kaye mengenakan atasan rajut dengan desain layered yang memadukan half-zip tank dan atasan model sabrina, yang menjadi ciri khas MURUA. Atasan ini memberikan kesan modern sekaligus feminim.
Dalam peragaan TGC kali ini, MURUA mengusung konsep 'Neo Reverie'. Koleksi ini fokus pada busana outerwear musim gugur dan dingin.
Nuansa ungu yang dikenakan Kaye menjadi salah satu warna kunci untuk musim ini. Dipadukan dengan celana kargo yang kasual, tampilan Kaye secara sempurna mewujudkan konsep jenama MURUA.
MURUA menghadirkan koleksi busana yang menggabungkan struktur tegas dan maskulin dengan siluet dan tekstur feminin. Hasil akhirnya adalah penampilan yang edgy, anggun, dan tegas.
"Dari brand [MURUA] sendiri, aku diminta membawakan look dengan vibe edgy cool. Jadi aku mencoba menampilkan sisi perempuan yang percaya diri, modern, dan effortlessly stylish," tutur Kaye.
Melawan rasa gugup
Rasa gugup tentu tak lepas dari Kaye saat harus tampil perdana di TGC, Jepang. Mengelola rasa gugup dan menjaga energi di atas panggung jadi salah satu tantangannya.
"Apalagi, saat lampu panggung membuatku sulit melihat runway dengan jelas, aku harus cepat beradaptasi dan tetap percaya diri. Dari situ aku belajar bahwa persiapan itu penting, tetapi kemampuan untuk tetap tenang dan menyesuaikan diri dengan situasi juga sama pentingnya," ujar Kaye.
Pengalamannya tampil di TGC 2026 ini membuat Kaye ingin terus mengasah kemampuan dan kesiapan mentalnya sebagai seorang model.
Kaye sendiri mengaku tak pernah terbersit sekalipun untuk bisa tampil di panggung berskala TGC. Meski rasa insecure sempat mengisi ruang kepala, namun mimpi dan ambisi untuk berjalan di runway bisa mengalahkan keraguannya.
"Jangan berhenti bermimpi hanya karena kita merasa belum cukup baik atau belum tahu cara mencapainya. Kita tidak pernah tahu kesempatan apa yang akan datang kalau kita berani mencoba," pungkasnya.
(asr)