Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 20:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Kanker payudara bisa sembuh selama dideteksi sejak dini. (iStock/SciePro)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kankerpayudara masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai perempuan. Meski demikian, diagnosis kanker payudara bukan berarti tidak ada harapan untuk sembuh.
Peluang kesembuhan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk stadium kanker saat ditemukan dan respons tubuh terhadap pengobatan.
Lantas, apakah kanker payudara bisa sembuh? Jawabannya, bisa. Kanker payudara yang ditemukan pada stadium awal umumnya memiliki peluang keberhasilan pengobatan yang lebih besar dibandingkan kanker yang sudah menyebar ke organ lain.
Dokter spesialis bedah konsultan onkologi di Eka Hospital BSD, Sonar Soni Panigoro, menjelaskan bahwa pengenalan gejala sejak awal dapat membantu tenaga medis menentukan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
"Penanganan pada stadium dini juga membuka peluang lebih besar untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal," kata Sonar dalam keterangannya.
Karena itu, perempuan perlu mengenali perubahan pada payudara dan tidak menunda pemeriksaan jika menemukan tanda yang mencurigakan.
Apakah kanker payudara bisa sembuh total?
Peluang kesembuhan kanker payudara bergantung pada beberapa faktor, seperti stadium penyakit, karakteristik sel kanker, kondisi kesehatan pasien, serta respons terhadap terapi yang diberikan.
Pada stadium awal, kanker payudara masih terbatas di area payudara atau belum menyebar secara luas. Dalam kondisi ini, pengobatan berpeluang memberikan hasil yang lebih baik.
Sebaliknya, kanker payudara yang telah menyebar ke organ lain atau memasuki stadium lanjut umumnya lebih sulit disembuhkan. Meski begitu, pengobatan tetap dapat dilakukan untuk mengendalikan perkembangan kanker, mengurangi gejala, dan mempertahankan kualitas hidup pasien.
Penanganan kanker payudara dapat melibatkan operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, atau kombinasi beberapa metode. Pemilihan pengobatan disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker serta kondisi setiap pasien.
Dengan demikian, semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh. Namun, deteksi dini tidak menjamin kesembuhan pada setiap pasien.
Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
Ilustrasi. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja. (Foto: iStockphoto/Mohammed Haneefa Nizamudeen)
Gejala kanker payudara yang perlu diwaspadai
Salah satu langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan adalah mengenali perubahan pada payudara sejak awal. Beberapa gejala kanker payudara yang perlu diperhatikan antara lain:
• Muncul benjolan di payudara atau area ketiak. • Perubahan tekstur kulit payudara, seperti berlekuk atau tertarik ke dalam. • Perubahan bentuk payudara atau arah puting. • Keluarnya cairan dari puting, terutama jika bercampur darah. • Muncul ruam atau perubahan kulit yang tidak biasa. • Kulit payudara menebal atau tampak seperti kulit jeruk.
Sonar mengingatkan bahwa tidak semua benjolan merupakan kanker. Namun, perubahan baru yang mencurigakan tetap perlu diperiksa oleh tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.
Pemeriksaan juga tidak sebaiknya ditunda hanya karena benjolan tidak terasa sakit. Tidak semua kanker payudara menimbulkan nyeri pada tahap awal.
Deteksi dini kanker payudara, kapan harus periksa?
Selain mengenali gejala, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan konsultasi dengan dokter merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini. Sonar menjelaskan bahwa jenis pemeriksaan yang dibutuhkan dapat berbeda, bergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan tingkat risiko masing-masing individu.
"Selain mengenali gejala, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan konsultasi dengan dokter merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini. Pemeriksaan yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai usia, riwayat kesehatan, serta tingkat risiko masing-masing individu," kata dia.
Perempuan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mengenali kondisi normal payudara dan menyadari jika terdapat perubahan. Namun, pemeriksaan mandiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti mamografi atau USG payudara, sesuai kebutuhan. Jika ditemukan kelainan yang mencurigakan, pemeriksaan tambahan, termasuk biopsi, dapat diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Perempuan yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui tingkat risiko dan menentukan jadwal pemeriksaan yang sesuai.