Tenggelam 80 Tahun Lalu, Desa di Inggris Muncul Lagi Imbas Kekeringan

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 06:00 WIB
Tenggelam 80 Tahun Lalu, Desa di Inggris Muncul Lagi Imbas Kekeringan
Sisa-sisa peninggalan Desa Derwent di Derbyshire, Inggris, yang ditenggelamkan 80 tahun lalu. (iStockphoto/Bealf Photography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kekeringan berkepanjangan di Inggris membuat sisa-sisa Desa Derwent di wilayah Derbyshire kembali muncul setelah puluhan tahun terendam air.

Permukiman bersejarah yang sengaja ditenggelamkan pada 1940-an atau sekitar 80 tahunan lalu untuk pembangunan Waduk Ladybower itu kini muncul akibat penurunan permukaan air waduk setelah berbulan-bulan mengalami curah hujan di bawah rata-rata.

Kemunculan kembali desa tersebut memperlihatkan fondasi bangunan dari batu, bekas pondok batu kapur, gereja, hingga rumah-rumah pertanian bersejarah yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desa Derwent dan permukiman tetangganya, Ashopton, merupakan dua desa yang seluruh wilayahnya ditenggelamkan untuk proyek pembangunan waduk tersebut.

Sementara itu, Waduk Ladybower dibangun pada 1935-1943 untuk memasok air bersih bagi sejumlah kota industri yang terus berkembang, termasuk Sheffield, Derby, Nottingham, dan Leicester. Pembangunan mengharuskan Lembah Derwent ditenggelamkan, sehingga mendapat penolakan keras dari penduduk setempat pada masanya.

Munculnya kembali reruntuhan desa itu kini menarik perhatian pengunjung yang ingin melihat sisa-sisa permukiman bersejarah tersebut. Namun, pengelola waduk, Severn Trent Water, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan tidak berjalan sembarangan di area yang baru tersingkap.

"Kami mengimbau masyarakat yang mengunjungi kawasan ini untuk tetap berada di jalur yang telah ditentukan," kata juru bicara Severn Trent Water, seperti dilansir The Independent.

Ia juga memperingatkan bahwa dasar waduk yang tersingkap akibat surutnya air sangat berlumpur dan tidak aman untuk dilalui dengan berjalan kaki. Kapasitas Waduk Ladybower berada sedikit di bawah 32 persen akibat kekeringan yang berlangsung sepanjang musim panas.

Kondisi ini menjadi bagian dari krisis air yang melanda berbagai wilayah Inggris setelah periode April hingga September 2026 mengalami curah hujan yang termasuk kategori paling rendah dalam lebih dari satu abad terakhir.

Data Badan Lingkungan Hidup Inggris menunjukkan sekitar 82 persen wilayah Inggris masih berada dalam kondisi kekeringan. Sementara itu, 18 kelompok waduk utama beroperasi dengan kapasitas kurang dari setengah kapasitas normalnya.

Doug Clarke, penanggung jawab sumber daya air di Severn Trent, mengatakan pemulihan cadangan air membutuhkan waktu meskipun hujan musim gugur dapat membantu meningkatkan ketinggian air waduk.

"Kami telah mengalami enam bulan dengan curah hujan di bawah rata-rata dan suhu di atas rata-rata. Oleh karena itu, ketinggian air waduk membutuhkan waktu untuk kembali pulih," kata Clarke.

Ia menjelaskan bahwa waduk menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan air, sedangkan sisanya berasal dari sungai dan air tanah.

"Tim kami terus bekerja sepanjang waktu untuk mengolah lebih banyak air dan memperbaiki kebocoran dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak berwenang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air guna menjaga cadangan yang tersisa menjelang musim dingin.

[Gambas:Video CNN]

(wiw)
LIHAT SELENGKAPNYA