Viral Ikan Asin Disemprot Insektisida, Ini Bahayanya Jika Termakan

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 17:00 WIB
Ilustrasi menjemur ikan asin
Ilustrasi. Viral video pria menyemprotkan insektisida ke ikan asin yang sedang dijemur. Ketahui bahaya mengonsumsi makanan yang terpapar insektisida. (CNN Indonesia/Ramadhan Nur Fadillah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video tengah viral di media sosial memperlihatkan pria menyemprotkan insektisida ke ikan asin yang sedang dijemur. Hal tersebut diduga untuk mengusir dan mencegah lalat hinggap.

Cuplikan tersebut lantas menuai komentar warganet lantaran pembasmi serangga berbahan kimia dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons video yang beredar di berbagai platform media sosial tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan sebagian pelaku usaha dan nelayan diduga belum memahami bahaya penggunaan pestisida pada bahan pangan.

"Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya," ujarnya, dilansir dari Antara, Selasa (27/10).

Taruna mengatakan telah menginstruksikan balai-balai POM di daerah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan praktik serupa. Ia juga menegaskan harapannya agar produk yang diduga berbahaya tidak diedarkan serta menyebut kewenangan BPOM untuk menyita barang terkait.

Lantas, apa bahaya mengonsumsi makanan yang terpapar pestisida terhadap kesehatan?


Bahaya insektisida jika tertelan

Mengutip Healthline, insektisida adalah salah satu jenis pestisida yang secara khusus digunakan untuk membasmi serangga.

Paparannya dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan, udara, dan kontak dengan kulit.

Paparan pestisida dalam jumlah tinggi tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Efeknya bergantung pada jenis zat, dosis, serta durasi paparan.

Jika tertelan dalam jumlah tinggi dan berbahaya, insektisida tertentu dapat memicu keracunan akut. Gejalanya dapat mencakup mual, muntah, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga gangguan sistem saraf pada bahan dan jenis zat yang lebih berat.

Sementara itu, tinjauan berjudul A systematic review of pesticide exposure, associated risks, and long-term human health impacts yang diterbitkan PubMed Central merangkum penelitian mengenai paparan pestisida dan dampak kesehatan jangka panjang.

Studi tersebut menemukan hubungan antara paparan pestisida, terutama dalam jangka panjang atau intensitas tinggi, dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan saraf, gangguan sistem hormon, dan kanker.

Meski begitu, dampaknya berbeda menurut jenis pestisida dan pola paparannya.

Ditambahkan dari Healthline, sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan pestisida dengan risiko penyakit Parkinson, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.

Namun, temuan tersebut tidak berarti setiap paparan otomatis menyebabkan penyakit, tetapi masyarakat penting untuk membatasi paparan.

Kendati insektisida rumah tangga memang diformulasikan untuk penggunaan harian, tetapi produk tersebut tidak serta-merta aman digunakan pada produk pangan. Insektisida haruslah digunakan sesuai petunjuk pada label, bukan disemprotkan langsung pada ikan asin atau makanan lainnya.

Karena itu, makanan yang diketahui terkena semprotan langsung insektisida tidak sebaiknya dikonsumsi. Mencuci atau memasaknya tidak pula menjamin bahwa makanan tersebut aman.

Sebab, efektivitas penghilangan residu bukan hanya selesai ketika makanan dibilas, melainkan juga bergantung pada jenis bahan kimia dan kondisi kontaminasi.

Jika telanjur mengonsumsi makanan yang diduga tercemar pestisida serta muncul gejala seperti sesak napas, kejang, atau penurunan kesadaran, segera carilah pertolongan medis.

(fef)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA