Suka Minuman Manis dan Sering Lelah? Waspada Fatty Liver

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Fatty liver bisa terjadi karena terlalu sering konsumsi minuman manis. (Istockphoto/magicmine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Minuman manis seperti es kopi susu, teh kekinian, hingga minuman boba menjadi pilihan banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari. Namun, di balik rasanya yang menyegarkan, konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko fatty liver atau perlemakan hati.

Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam sel-sel hati. Jika dibiarkan, penumpukan lemak dapat memicu peradangan dan kerusakan hati yang semakin parah.

Konsultan Gastroenterohepatologi Eka Hospital MT Haryono Irsan Hasan menjelaskan bahwa perlemakan hati berkaitan erat dengan gangguan metabolisme tubuh. Hati yang sehat memang mengandung sedikit lemak. Namun, ketika kandungan lemaknya melebihi 5 persen dari berat organ tersebut, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai perlemakan hati.

"Dalam istilah medis, salah satu bentuk perlemakan hati yang berkaitan dengan gangguan metabolisme dikenal sebagai Metabolic dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD). Peningkatan kasus MASLD berkaitan dengan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan tinggi kalori, konsumsi makanan ultra-proses, dan kurangnya aktivitas fisik," kata Irsan dalam keterangannya.

Minuman manis picu fatty liver

Konsumsi minuman manis secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko perlemakan hati, terutama karena kandungan gula seperti fruktosa.

Berbeda dengan glukosa yang dapat digunakan sebagai sumber energi oleh berbagai sel tubuh, fruktosa terutama diproses di hati. Ketika asupan fruktosa berlebihan, hati dapat mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak melalui proses yang disebut lipogenesis de novo.

Lemak yang terbentuk kemudian dapat menumpuk di dalam sel-sel hati. Jika kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan terus berlangsung, penumpukan lemak berpotensi semakin parah.

Asupan gula yang tinggi juga berkaitan dengan resistensi insulin, yakni kondisi ketika sel tubuh kurang merespons insulin dengan baik. Gangguan ini dapat memperburuk metabolisme lemak dan meningkatkan penumpukan lemak di hati.

Karena itu, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula perlu diperhatikan, terutama jika disertai pola makan tinggi kalori dan kurang bergerak.

Sering lelah gejala fatty liver

Mudah lelah dapat menjadi salah satu keluhan pada orang dengan perlemakan hati. Namun, gejala ini tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lain.

Hati memiliki beragam fungsi penting, mulai dari menyimpan energi, memproduksi protein, hingga membantu memproses zat yang masuk ke dalam tubuh. Ketika perlemakan hati berkembang dan disertai peradangan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Meski demikian, seseorang tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa rasa lelah yang dialaminya disebabkan oleh fatty liver. Menurut Irsan, perlemakan hati kerap disebut sebagai silent disease atau penyakit yang tidak menunjukkan gejala jelas. Pada tahap awal, seseorang bahkan bisa mengalami kondisi ini tanpa keluhan apa pun.

Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab kelelahan, terutama jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai faktor risiko metabolik.

Suka Minuman Manis dan Sering Lelah? Waspada Fatty Liver


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :