Minum Pil KB Biar Tak Jerawatan, Perempuan Ini Malah Kena Kanker

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 04:30 WIB
Seorang perempuan di Florida, AS, tak menyadari pil KB yang diminumnya untuk hilangkan jerawat, justru memberi 'makan' kanker yang menempel di rahim.
Ilustrasi. Seorang perempuan di Florida, AS, tak menyadari pil KB yang diminumnya untuk hilangkan jerawat, justru memberi 'makan' kanker yang menempel di rahim. (iStock/Ivan-balvan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan bernama Claudia Pereira di Miami, Florida, AS, awalnya hanya ingin membersihkan jerawat di wajahnya dengan rutin minum pil KB. Namun tak disangka, pil tersebut malah kasih 'makan' kanker yang tersembunyi di rahimnya.

Pereira berusia 37 tahun saat mulai minum pil KB tersebut. Ia ingin menghilangkan adult acne atau jerawat usia dewasa yang muncul di wajahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nahasnya, setelah mulai minum pil KB, Pereira mulai mengalami pendarahan yang tak kunjung henti selama berbulan-bulan.

Saat berkonsultasi, sang dokter yang meresepkan obat tersebut hanya mengatakan tubuh Pereira butuh adaptasi dengan obat baru. Namun setelah 4-5 bulan pendarahan terus-menerus, Pereira kembali khawatir.

"Saya berpikir, 'Oke, apakah ini normal?' Ini terlalu banyak. Saya jadi anemia setelah enam bulan," katanya Pereira, seperti diwartakan USA Today, Rabu (28/10).

Pendarahan pun berubah menjadi cairan kental dan ia bergegas ke unit gawat darurat. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, terungkap ada massa berukuran 7 cm di rahimnya.

Hasil patologi kemudian menunjukkan itu bukanlah tumor jinak seperti yang diharapkan Pereira dan dokternya, melainkan leiomyosarcoma uterus, kanker langka yang berkembang di otot polos rahimnya.

Kondisi langka pada usia Pereira

Bagi yang belum tahu, leiomyosarcoma uterus merupakan jenis kanker yang tumbuh di lapisan otot uterus.

Mengutip penjelasan Katherine L. Byar dan Tricia Fredericks di Journal of the Advanced Practitioner in Oncology (2022), leiomyosarcoma (LMS) itu sendiri merupakan sarkoma jaringan lunak yang paling umum dan dapat terjadi di bagian tubuh mana pun.

Adapun leiomyosarcoma uterus (uLMS) adalah lokasi paling umum untuk LMS, yang mencakup 2 persen hingga 5 persen dari semua keganasan uterus. Ini tergolong tumor agresif yang sulit diobati karena resistansinya terhadap terapi standar.

Gina D'Amato, ahli onkologi medis sarkoma di Sylvester Comprehensive Cancer Center yang menangani Pereira, juga mengatakan ini jenis kanker yang jarang terjadi.

Soal kaitannya dengan pil KB, leiomyosarcoma uterus memiliki reseptor estrogen atau progesteron, yang dapat menyebabkan kanker tumbuh dengan adanya hormon-hormon ini.

Tumor Pereira menunjukkan hasil positif untuk reseptor-reseptor ini. Itulah mengapa penggunaan pil KB bisa memicu gejala parah yang dialaminya.

D'Amato mengatakan, estrogen yang dilepaskan dalam siklus menstruasi Pereira mungkin telah 'memberi makan' kanker, kemudian tumbuh cepat ketika hormon ditambahkan dari pil KB.

"Dalam kasusnya, dia tidak menggunakan [pil KB] dalam waktu yang lama. Menurut saya, dia sebenarnya beruntung, bisa dibilang, karena mungkin pil KB itu memungkinkan [kanker] tumbuh dan ditemukan," ujar D'Amato.

Semua berkat jerawat

Ilustrasi jerawat.Ilustrasi jerawat. (iStockphoto/stock_colors)

Singkat cerita, massa tumor yang ada di rahim Pereira diangkat dan hasil pemindaian menunjukkan tak ada bukti penyakit tersebut menyebar ke bagian tubuh lain.

Pereira merasa beruntung dan lega. Apalagi D'Amato sempat mewanti-wanti dirinya berisiko tinggi mengalami penyebaran kanker mengingat ukuran tumornya yang mencapai 7 cm.

Sang dokter menambahkan, seandainya tumor tersebut ditemukan enam bulan hingga setahun kemudian, situasi Pereira bisa jauh lebih buruk.

Pada Juli tahun ini, Pereira merayakan satu tahun bebas kanker dengan berlibur ke Bali hingga menghabiskan waktu bersama keluarganya, yang menjadi support system terkuatnya saat ia menjalani pengobatan.

Pereira berharap kisahnya ini bisa meningkatkan kesadaran banyak orang tentang kanker langka sekaligus jadi inspirasi untuk berjuang melawan kanker.

"Jangan ragu. Dengarkan tubuhmu. Tubuhmu akan selalu memberitahumu jika ada sesuatu yang salah. Aku adalah buktinya," kata Pereira.

Ia pun bersyukur atas kehadiran jerawat di wajah yang membuatnya bisa mendeteksi lebih awal kondisi tubuhnya.

"Siapa yang tahu berapa lama [kanker] itu ada. Jika aku tidak minum pil KB, aku tidak akan pernah tahu," ucap Pereira.

(rti)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA