Dokter Ungkap Alasan Vaksin HPV Terbaik Diberikan saat Usia Anak-anak
CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 20:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Imunisasi HPV penting diberikan sejak usia anak-anak guna melindungi mereka bahkan sebelum terpapar virus pemicu kanker. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Imunisasi human papillomavirus (HPV) penting diberikan sejak usia anak-anak guna melindungi mereka bahkan sebelum terpapar virus.
Meski kanker serviks atau kanker leher rahim umumnya baru terdiagnosis saat seseorang dewasa, infeksi virus ini dapat dicegah jauh sebelumnya.
Pemberian imunisasi sejak dini bertujuan memberikan perlindungan sebelum seseorang terpapar virus yang dapat memicu kanker tersebut.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Indri Yogyaswari, menjelaskan pemberian imunisasi HPV pada anak telah masuk ke dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Dengan program BIAS ini, kita ingin menjangkau dengan lebih banyak, lebih targeted, lebih tepat sasaran. Itu dari sisi kendaraannya, dari sisi kami pemegang program melihat kemudahan dalam memegang dan memonitor programnya, karena Indonesia sangat luas," ujar Indri, dalam webinar Kementerian Kesehatan bersama Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Kamis (29/10).
Selain pertimbangan pelaksanaan program, usia pemberian vaksin juga menjadi faktor penting. Indri memaparkan data efektivitas perlindungan vaksin HPV berdasarkan kelompok usia penerima.
"Kalau diberikan pada anak usia 9-14 tahun dengan hanya satu dosis, itu bisa memberikan perlindungan hampir 90 persen. Angka presisinya di 88 persen perlindungannya," ujarnya.
Dokter Ungkap Alasan Vaksin HPV Terbaik Diberikan saat Usia Anak-anak
Ilustrasi vaksin HPV untuk mencegah terpaparnya virus yang dapat memicu kanker tersebut.. Istockphoto/CatLane)
Sementara itu, Indri menyebut pemberian vaksin pada usia lebih dari 20 tahun memerlukan dua dosis dan perlindungannya sekitar 60 persen.
"Jadi ini kembali lagi, dengan semakin awal kita berikan, perlindungannya akan semakin tinggi," kata Indri.
Infeksi HPV dapat muncul tanpa gejala
Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI) Hindra Irawan Satari, menjelaskan alasan lain imunisasi HPV perlu diberikan sebelum seseorang dewasa.
Menurut Hindra, infeksi HPV dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sebelum risiko paparan meningkat.
"Karena virus itu memang perjalanan penyakitnya lama. Masa inkubasinya," kata Hindra.
Ia menjelaskan, anak mulai berisiko terinfeksi HPV saat memasuki masa pubertas. Infeksi tersebut dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.
"Begitu dia mau masuk pubertas, umur 9-12, di situlah dia mulai berisiko untuk terinfeksi virus. Lalu, selama 15-20 tahun, tidak ada gejalanya. Muncul, muncul, kanker serviks," ujarnya.
Hindra mengatakan, ketika gejala baru diketahui setelah bertahun-tahun, kanker bisa ditemukan pada stadium lanjut. Kondisi ini membuat pencegahan sejak dini menjadi penting.
"Waktu tanpa gejala, dia tenang-tenang. Waktu 15-20 tahun, datang udah grade 3. Percuma, kan?" kata Hindra.
Ia menekankan bahwa imunisasi HPV merupakan langkah pencegahan yang perlu dilakukan sebelum anak terpapar virus.
"Diberikan fase dini, pada waktu belum ada gejala. Pada waktu anak itu mulai berisiko untuk terinfeksi virus HPV. Di situ namanya pencegahannya. Nggak boleh sampai dia dewasa, udah ada virusnya begitu," ujarnya.
Dengan pemberian imunisasi sejak usia anak-anak, perlindungan diharapkan sudah terbentuk sebelum risiko infeksi meningkat. Upaya ini menjadi bagian dari pencegahan kanker dan penyakit lainnya dalam jangka panjang.