Malaysia berhasil mencatatkan sebanyak 32,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Tiong King Sing membeberkan bahwa sektor pariwisata berhasil menyumbang pendapatan sebesar RM323 miliar (sekitar Rp1.237 triliun) atau setara 15,9 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.
"Peningkatan ini didorong oleh ekspansi rute penerbangan langsung serta lonjakan penyelenggaraan acara-acara berskala internasional," ujar Tiong, melansir media lokal Malaysia, Dewan Rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal kedua saja, Malaysia sukses menggelar 125 acara internasional-melonjak 81,2 persen-dengan jumlah delegasi asing naik drastis 105,2 persen menjadi 83.596 orang.
Untuk mempertahankan tren positif ini, Pemerintah Malaysia telah mengalokasikan dana hibah sebesar RM10 juta untuk menarik lebih banyak pameran, konvensi (MICE), serta turnamen olahraga internasional berskala besar.
Seperti dilansir VN Express, peningkatan kunjungan turis ini juga disokong oleh kerja sama strategi Tourism Malaysia bersama 24 maskapai penerbangan-termasuk 21 maskapai internasional-guna mendukung 46 rute penerbangan antarnegara.
Tiong menjelaskan bahwa 35 di antaranya merupakan rute penerbangan baru, seperti penerbangan langsung Shanghai-Tawau, Shanghai-Penang, Xiamen-Kota Kinabalu, hingga Frankfurt-Kuala Lumpur.
Capaian manis Malaysia ini menjadi sorotan utama di Asia Tenggara di tengah penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing yang dialami negara-negara tetangga.
Thailand mencatatkan 23,4 juta kunjungan turis asing pada periode Januari hingga September 2026, atau anjlok 3,88 persen secara tahunan.
Kondisi serupa dialami Singapura yang mencatatkan penurunan turis asing sebesar 1,7 persen menjadi 12,6 juta jiwa, sementara jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Kamboja merosot tajam hingga 43,7 persen menjadi 2,46 juta jiwa.
Ketika negara-negara Asia Tenggara lain telah ada data kunjungan wisman sampai September 2026, data Indonesia masih sampai Agustus 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan jumlah mencapai 10,58 juta kunjungan, naik 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis pada 1 Oktober 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,59 juta kunjungan, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 1,50 juta kunjungan. Secara tahunan, jumlah tersebut tumbuh sebesar 6,27 persen.
(wiw)