Data Pelanggan Malaysia Airlines Diduga Terdampak Peretasan

CNN Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026 14:00 WIB
A ground staff member looks at the Malaysia Airlines aircraft Boeing 738 flight after it landed in Langkawi from Kuala Lumpur International Airport on September 16, 2021, as the holiday island reopened to domestic tourists following closures due to r
Ilustrasi. Malaysia Airlines ungkap kemungkinan data pelanggan bocor akibat serangan siber Amadeus. (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia Airlines mengungkapkan bahwa sejumlah informasi pelanggan berpotensi terdampak insiden keamanan siber yang melibatkan Amadeus, perusahaan penyedia teknologi reservasi penerbangan.

Maskapai nasional Malaysia itu menyampaikan informasi tersebut melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/11). Insiden ini diduga berdampak pada data pelanggan yang diproses dalam sistem Amadeus sejak Agustus 2023 hingga September 2026.

Malaysia Airlines mengatakan tengah bekerja sama dengan Amadeus dan sejumlah pihak terkait untuk menyelidiki insiden tersebut sekaligus mengukur dampaknya terhadap pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insiden ini mungkin telah memengaruhi sebagian informasi pelanggan kami," demikian pernyataan maskapai tersebut mengutip Reuters.

Meski demikian, Malaysia Airlines menegaskan sistem teknologi informasi internal mereka tidak mengalami peretasan. Maskapai itu juga menyebut belum menemukan bukti bahwa informasi keuangan pelanggan telah diakses pihak tidak berwenang.

Malaysia Airlines mengimbau pelanggan untuk tetap waspada terhadap komunikasi mencurigakan atau pesan yang tidak diminta, terutama jika meminta informasi pribadi maupun keuangan. Pelanggan juga diminta berhati-hati terhadap upaya penipuan yang mungkin memanfaatkan informasi hasil kebocoran data tersebut.

Insiden ini menambah daftar maskapai penerbangan yang melaporkan potensi kebocoran data pelanggan akibat gangguan keamanan siber pada sistem Amadeus. Dalam beberapa hari terakhir, Cathay Pacific Airways, Japan Airlines, dan Asiana Airlines juga melaporkan bahwa data pelanggan mereka terdampak insiden serupa.

Cathay Pacific menyebut kebocoran tersebut melibatkan informasi dari sekitar 53 ribu pemesanan penerbangan. Sementara itu, Japan Airlines melaporkan data sekitar 92 ribu pelanggannya terdampak.

Sementara itu, Amadeus mengaku telah mengetahui adanya kerentanan keamanan yang memengaruhi lingkungan tampilan pemesanan perjalanan. Namun, perusahaan teknologi perjalanan tersebut belum memberikan penjelasan mengenai jumlah pelanggan yang datanya terdampak dalam insiden ini.

Amadeus merupakan penyedia teknologi yang digunakan berbagai perusahaan perjalanan, termasuk maskapai penerbangan, untuk mengelola sistem reservasi dan pemesanan tiket.

(tis/tis)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA