Coba perhatikan username akun lain yang dimiliki teman-temanmu. Ada yang menggunakan nama panggilan, menambahkan angka atau titik yang berkaitan dengan dirinya, seperti tanggal lahir. Ada pula yang sedikit mengubah susunan huruf atau menggunakan istilah dan panggilan tertentu yang masih mirip dengan nama aslinya.
Meski akun kedua biasanya digunakan untuk berbagi hal yang lebih personal atau hanya dengan lingkaran pertemanan tertentu, username yang dipilih terkadang tetap tidak jauh berbeda dari nama asli atau akun utamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, mengapa banyak orang cenderung mempertahankan identitas asli ketika membuat akun kedua? Apakah sekadar agar mudah dikenali, atau ada alasan psikologis di balik pilihan tersebut?
Username menjadi bagian dari cara memperkenalkan diri
Pilihan nama di media sosial ternyata bukan sekadar soal selera. Username juga menjadi bagian dari cara seseorang memperkenalkan diri, membangun identitas digital, dan membuat dirinya lebih mudah dikenali orang lain.
Melansir Journal for Media Linguistics, pemilihan username menjadi bagian dari pembentukan identitas seseorang di ruang digital. Penelitian tersebut menjelaskan adanya dua kebutuhan yang bisa saling tarik-menarik.
Di satu sisi, seseorang ingin dikenali sebagai dirinya sendiri dan menjadi bagian dari lingkungan sosial tertentu. Di sisi lain, ia juga ingin menjaga privasi dan tidak selalu membuka seluruh identitas pribadinya.
Penelitian dari Universitas Andalas juga menunjukkan bahwa pemilihan username berkaitan dengan beberapa hal, mulai dari presentasi diri, pembentukan identitas digital, ekspresi emosi, keanggotaan komunitas, hingga pengelolaan privasi.
Meski penelitian tersebut secara khusus membahas username pada akun Instagram kedua di kalangan Gen Z, temuannya memperlihatkan bahwa nama akun bisa memiliki makna lebih dari sekadar penanda pengguna.
Memudahkan orang lain menemukan dan mengenali akun
Konsistensi nama juga dapat membantu seseorang membangun reputasi dan jejak digital. Orang lain bisa lebih mudah mengenali bahwa beberapa akun dengan nama serupa dimiliki oleh orang yang sama. Penggunaan nama yang konsisten dapat membantu orang lain mengenali pengguna sekaligus membangun reputasi online.
Karena itu, penggunaan username yang mirip nama asli juga bisa berkaitan dengan kebutuhan untuk tetap mudah ditemukan. Terlebih bagi orang yang aktif membangun jaringan pertemanan atau profesional melalui berbagai platform.
Username yang mirip nama asli di berbagai media sosial bisa menjadi cara seseorang menjaga konsistensi identitas digitalnya. Nama tersebut membuatnya lebih mudah dikenali, membantu orang lain menemukan akunnya, sekaligus menjadi bagian dari citra diri yang ingin ditampilkan.
