Kawasan hutan jati Alas Roban di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (1/11) malam WIB.
Akun Threads @bunga_04_daily yang pertama mengunggah info kebakaran di Alas Roban. Melalui video yang diunggahnya, terlihat kobaran api yang membakar kawasan hutan di Alas Roban dan mengundang perhatian warganet.
"Hutan Jati ALAS ROBAN Batang Jawa Tengah DAERAH KAMPUNGKU DIBAKAR!!! Kata Ibuku, 'hutan ini gak pernah kebakaran dari jaman dulu, jaman Hindia Belanda.' Hutan ini terkenal angker banyak penunggunya, jin pun kalah gak bisa melindungi hutannya dari kejahatan manusia. Hutan ini mau kemarau pun gak akan pernah kebakaran. Kenapa? Karena hutan ini berada di JALUR PANTURA! Pantai Utara. Tanahnya KAYA AIR. Langsung terhubung ke Laut. Gak mungkin kekeringan kecuali lautnya kering," tulis akun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Caturisasi Penanggungan, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Ia menduga kebakaran terjadi akibat pembakaran liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
"Pembakaran liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Lahan pada petak 79 E seluas kurang lebih 3.0 hektare terbakar," kata Bergas, seperti dikutip Detik, Senin (2/11).
Menurut Bergas, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Informasi tersebut awalnya diterima dari anggota Polsek Gringsing.
Petugas gabungan kemudian melakukan pengecekan dan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.30 WIB.
"Bersama petugas Polsek, Koramil Gringsing, dan personel perhutani RPH Plelen melakukan pemadaman dengan peralatan sederhana berupa gepyok dari ranting kayu dan melakukan ilar-ilar. Pukul 22.30 WIB api berhasil dipadamkan," terang Bergas.
Lokasi kebakaran berada di Petak 79E, wilayah Desa Sentul, Kecamatan Gringsing. Area tersebut terletak di jalur kecil yang diapit gundukan tanah tinggi dan dapat diakses melalui jalan alternatif selain Jalur Poncowati.
Berdasarkan laporan Asper Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH),Plelen, Moh Abidin, tidak ada pohon jati yang ikut terbakar. Kebakaran tersebut menghanguskan serasah, semak belukar, dan dedaunan kering di bawah pepohonan.
"Kejadian semalam yang terbakar serasah, semak kering. Tidak mengenai pohon," kata Abidin, Senin (2/11).
Ia juga menjelaskan bahwa Petak 79E merupakan bagian dari kawasan lindung yang tetap dijaga. "Masuk petak 79E. Ya masuk Kawasan Lindung," ucapnya.
Sementara itu, Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, mengatakan penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, dan kepolisian untuk meminta bantuan pemadaman.
Dugaan sementara kebakaran terjadi karena adanya kelalaian yang tidak sengaja memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok. Pasalnya, cuaca kemarau tidak pernah membuat kebakaran di kawasan tersebut.
"Ya tidak terbakar sendiri. Ada yang tidak sengaja, misal buang puntung rokok atau lainnya. Tapi selama ini tidak pernah membakar pohonnya," jelas Abidin.
Suwarti (72), seorang warga Surodadi yang memiliki warung di Alas Roban, mengingat kejadian kebakaran besar yang pernah melanda kawasan tersebut pada tiga tahun lalu.
Ia juga mengingat jika selama puluhan tahun membuka warung di Jalur Pantura, tidak pernah ada kejadian pepohonan Alas Roban yang terbakar.
"Kalau pohon terbakar memang tidak pernah. Pohonnya tinggi-tinggi. Kalau belukar biasanya karena rokok apa ya, sama membakar dedaunan yang merembet," ujar Suwarti.
(dsd/wiw)