Pemandu Wisata Paksa Belanja Suvenir, Artis Ini Curhat di Medsos

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 09:00 WIB
Pemandu Wisata Paksa Belanja Suvenir, Artis Ini Curhat di Medsos
Peristiwa pemandu wisata paksa turis belanja suvenir terjadi di Xinjiang, China. (REUTERS/THOMAS PETER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presenter terkenal Singapura, Quan Yi Fong, membagikan pengalaman pahit nan traumatik saat berlibur ke wilayah Xinjiang Selatan, China. Kendati telah memesan paket tur mewah dengan klausul bebas belanja, ia justru dipaksa berbelanja hingga dimarahi oleh pemandu wisata.

Selebriti berusia 52 tahun tersebut membeberkan kisah pengalamannya melalui unggahan di media sosial pada Minggu (1/11). Ia mengaku terpaksa memilih rute Xinjiang Selatan lantaran cuaca ekstrem dan badai salju menutup sebagian besar akses wisata di Xinjiang Utara.

Demi kenyamanan perjalanan di wilayah yang luas tersebut, Yi Fong memesan agen perjalanan lokal yang menjamin dalam kontrak bahwa wisatawan tidak akan dipaksa mengunjungi toko suvenir maupun melakukan pembelian barang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik. Pihak pemandu wisata justru memaksa rombongan mengunjungi toko suvenir selama dua hari berturut-turut.

"Selama dua hari berturut-turut, kami dibawa sejak pagi hari untuk membeli kapas serat panjang Xinjiang dan mengunjungi dua toko perhiasan giok Hetian. Setiap barang dijual mulai dari 2.000 yuan (sekitar Rp5,4 juta)," tulis Yi Fong, melansir laporan AsiaOne.

Yi Fong menambahkan bahwa pemandu wisata tak segan-segan mengejek hingga memarahi wisatawan di dalam bus apabila mereka tidak membeli barang jualan tersebut.

Lantaran merasa tertekan dan menyaksikan wisatawan lain diintimidasi, Yi Fong akhirnya terpaksa membeli giok Hetian, produk kapas, selimut bulu unta, hingga pasokan susu unta untuk kebutuhan enam bulan.

Ia mengaku tidak berani melapor ke pihak berwenang setempat atau keluar dari rombongan karena lokasi Xinjiang yang sangat terpencil dan luas. Tak hanya paksaan berbelanja, paket tur mewah yang ia bayar mahal pun jauh dari ekspektasi perjanjian awal.

"Layanan tidak sesuai deskripsi pembelian. Grup yang seharusnya diisi maksimal 12 orang justru membengkak menjadi lebih dari 20 orang. Mereka juga menjanjikan minivan mewah enam kursi, tetapi yang datang malah bus kapasitas 20 kursi," tegasnya.

[Gambas:Instagram]

Masalah sanitasi di sepanjang jalur bebas hambatan juga menjadi sorotan utamanya. Antrean toilet di tempat peristirahatan sangat mengular dengan kondisi kebersihan yang sangat buruk.

Usai pengalaman kelam selama 10 hari tersebut, Yi Fong mengimbau para pengikutnya di media sosial untuk lebih berhati-hati dan memastikan rekomendasi agen perjalanan yang terpercaya sebelum memutuskan berlibur ke kawasan Xinjiang.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA