Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tampil mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).
Kedatangannya kali ini untuk menjadi saksi dalam perkara dugaan ijazah palsu yang berkaitan dengan tudingan Roy Suryo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi tiba bersama kedua anaknya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep, menggunakan mobil yang sama. Kaesang terlihat duduk di kursi depan, sedangkan Jokowi dan Kahiyang berada di bagian belakang.
Lalu, bagaimana penampilan batik Jokowi saat menghadiri sidang Roy Suryo?
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengenakan batik bernuansa cokelat yang dipadukan dengan songkok hitam. Adapun Kahiyang dan Kaesang tampil dengan kemeja putih.
Batik yang dikenakan Jokowi memiliki corak yang berbeda dari motif batik klasik yang umum dikenal, seperti parang atau kawung.
Alih-alih menampilkan pola geometris dengan susunan garis dan bentuk yang tegas serta berulang, batik tersebut justru memperlihatkan guratan-guratan bebas dengan pola organik yang tidak beraturan.
Jika diperhatikan lebih dekat, motifnya terdiri dari garis-garis berkelok dan melingkar yang sekilas menyerupai serat kayu.
Guratan tersebut mengingatkan pada pola lingkaran tahun atau cincin pohon yang terlihat pada permukaan batang ketika pohon ditebang. Setiap lingkaran dan garisnya membentuk tekstur yang tidak seragam, seperti pola alami yang terbentuk pada kayu.
Dari segi warna, batik tersebut didominasi perpaduan cokelat dan krem. Pilihan warna ini memberikan kesan kalem dan tidak terlalu mencolok.
Karakter warnanya juga mengingatkan pada batik Solo yang dikenal lekat dengan warna sogan, yakni ragam warna cokelat yang menjadi salah satu ciri khas batik tradisional Surakarta.
Warna sogan umumnya menghadirkan nuansa cokelat dengan variasi tingkat kepekatan, mulai dari cokelat muda hingga cokelat tua.
Dalam tradisi batik Solo, penggunaan warna tersebut menjadi bagian dari identitas visual yang membedakannya dari sejumlah gaya batik daerah lain.
Adapun dari segi motif, batik yang dikenakan Jokowi lebih mengarah pada eksplorasi desain kontemporer. Coraknya tidak terpaku pada pakem motif klasik yang memiliki bentuk dan filosofi tertentu.
Motif-motif kontemporer dalam batik dapat mengolah berbagai inspirasi visual, termasuk bentuk alam, tumbuhan, hingga tekstur benda di sekitar.
Disclaimer: Terdapat penyesuaian informasi pada artikel ini. Sebelumnya, disebutkan batik yang dikenakan Jokowi bermotif Parang. Namun, setelah ditinjau kembali motif tersebut lebih mengarah pada corak kontemporer dan belum dapat dipastikan sebagai motif tradisional tertentu.
(anm/rti)
