Produsen manufaktur China meluncurkan kapal selam wisata bertenaga listrik yang dirancang khusus untuk mengangkut tiga penumpang dan satu juru mudi hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan laut.
Kapal selam berjuluk Jiaozi tersebut dikembangkan oleh perusahaan Chongqing Kunlian Machinery Manufacturing untuk kebutuhan tur tamasya bawah laut. Wahana ini dilengkapi kaca jendela pandang berukuran besar yang memungkinkan penumpang mengamati biota laut dari dalam kabin tertutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir laporan China News Service, pengunjung pameran China Marine Economy Expo di Shenzhen pada 22 Oktober lalu berkesempatan masuk ke dalam kabin untuk merasakan langsung pengalaman berada di dalam kapal selam tersebut.
Pengembang melengkapi Jiaozi dengan sistem penghindar rintangan otomatis atau automatic obstacle avoidance serta mekanisme permukaan darurat. Dengan sistem keamanan otomatis ini, wisatawan tidak memerlukan pelatihan khusus untuk dapat menikmati perjalanan bawah laut.
"Kapal selam wisata ini tidak sekadar prototipe pameran, melainkan sudah dioperasikan secara komersial di sejumlah destinasi wisata," tulis laporan Nanfang Daily, melansir VN Express.
Perwakilan perusahaan membeberkan bahwa wahana Jiaozi saat ini telah beroperasi aktif di objek wisata Sanya di Pulau Hainan, serta Kota Chongqing.
Tak hanya di dalam negeri, kapal selam wisata ini juga telah dimanfaatkan di Bali, Indonesia, untuk paket tur tamasya bawah laut pada siang maupun malam hari melalui sistem pemesanan di awal.
Hingga saat ini, lebih dari 30 unit kapal selam telah dikirimkan ke kawasan Hainan, Guangxi, dan Indonesia. Bahkan, total pesanan dari pasar Indonesia dilaporkan telah mendekati angka 100 unit.
Di sisi lain, para insinyur China kini tengah mengembangkan generasi kapal selam wisata teranyar berkapasitas empat penumpang yang dirancang mampu menyelam hingga kedalaman 1.000 meter.
Proyek raksasa yang digarap oleh China Ship Scientific Research Centre di Wuxi tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2030.
(wiw)
