Pengalaman buruk menimpa seorang penumpang pesawat maskapai British Airways usai mendapati kursi penerbangannya basah kuyup akibat genangan urine.
Pengalaman pahit tersebut terpaksa ia jalani sepanjang penerbangan delapan jam dari Miami, Amerika Serikat, menuju London Heathrow, Inggris.
Penumpang bernama Sofia tersebut membagikan kisahnya melalui akun media sosial X pada awal November 2026. Dalam video yang telah disaksikan lebih dari 1,6 juta kali, Sofia menunjukkan kondisi kursi serta sebotol kecil cairan pembersih kuman atau disinfektan berukuran 15 mililiter yang diberikan oleh awak kabin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan bahwa bau pesing bahkan sudah tercium menyengat sebelum ia menduduki tempat tersebut.
"Benar-benar mengecewakan. Saya naik penerbangan dari Miami menuju London Heathrow dan kursi yang akan saya tempati selama delapan jam ternyata basah kuyup akibat urine. Baunya bahkan sudah tercium sebelum saya sampai di kursi. Namun, staf mengatakan tidak ada yang bisa mereka lakukan, bahkan tidak ada selimut tambahan. Mereka hanya memberikan sebotol kecil cairan pembersih tangan," tulis Sofia dalam unggahannya.
Alih-alih memindahkan penumpang pesawat atau memberikan solusi memadai, awak kabin berdalih tidak ada lagi kursi kosong yang tersisa.
Awak kabin juga tidak menyediakan selimut ekstra, sehingga Sofia terpaksa melapisi kursi basah tersebut menggunakan tisu, tas pribadi, dan selimut miliknya sendiri demi bertahan selama perjalanan.
Pihak maskapai baru menyampaikan permohonan maaf secara daring beberapa jam kemudian dan meminta penumpang mengajukan keluhan resmi melalui situs web mereka.
Kejadian menyebalkan ini menambah panjang rekam jejak keluhan serupa yang menimpa maskapai penerbangan asal Inggris ini.
Pada 2017, seorang penumpang rute London-Cape Town terpaksa duduk di atas kursi tergenang urine beralaskan kantong plastik selama 11,5 jam. Insiden senada kembali berulang pada 2018 yang menimpa seorang penumpang kelas bisnis dalam penerbangan menuju Jamaika.
(dsd/wiw)