Menurutnya, Rusia masih memiliki kans meski kali ini dipaksa takluk 1-2 oleh Slovakia. Pada laga pertama di Grup B, Beruang Merah sempat menahan salah satu tim yang difavoritkan, Inggris, dengan skor 1-1.
"Situasinya jelas sangat kompleks. Semua tim masih memiliki peluang untuk lolos (ke babak 16 Besar). Itu akan ditentukan pada laga-laga terakhir (fase grup)," ucap Slutski kepada ESPN.
"Setelah kami tertinggal (0-2) kami mulai mengganti sistem, terutama di lini tengah."
Tepatnya pada awal babak kedua, Slutski menggantikan gelandangnya, Roman Neustadter, dengan Denis Glushakov.
Alhasil, Rusia mampu memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat gol Glushakov pada menit ke-80.
Rusia mencoba terus menggempur pertahanan pada sisa 10 menit, tapi upaya mereka untuk menyamakan skor sia-sia. Keunggulan 2-1 untuk Slovakia pun bertahan hingga laga usai.
Menurut Slutski, kekalahan tersebut karena pemainnya kehilangan konsentrasi saat menjaga pemain hebat seperti Marek Hamsik. "Kami tahu bahwa Hamsik memang sangat berbahaya, tentu saja kami tahu," ungkap pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Senada dengan pelatihnya, Glushakov menyatakan optimisme lolos ke babak 16 Besar meski kalah pada laga kedua. "Kami akan mendapatkan kembali peluang yang bagus saat menghadapi Wales (Senin)," ungkapnya.
Menurutnya, tim harus kembali termotivasi dan segera bangkit. "Kami harus terus maju dan memberikan 100 persen, bahkan 200 persen. Kami tak punya pilihan lainnya," tutur Glushakov. (bac)