Ibrahimovic sendiri bukannya sosok asing bagi skuat Gli Azzurri. Selain pernah bermain di Serie-A ketika membela Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, penyerang 34 tahun itu juga pernah mematahkan hati para pendukung Italia dengan gol tendangan tumitnya di Piala Eropa Portugal pada 2004.
Buffon mengingatkan Italia tak boleh membiarkan peristiwa yang sama terulang.
"Tentu saja ia adalah bahaya utamanya," kata Buffon kepada Sky Sport Italia. "Ia menjadi perhatian kami ketika mencetak gol itu di Portugal yang membuat kami kehilangan banyak hal."
"Dan di sepanjang kariernya ia terus mendemonstrasikan teknik akrobatnya."
Meski telah memasuki usia kepala tiga, Ibrahimovic sendiri memang belum kehilangan kemampuannya. Musim lalu ia mencetak 50 gol di Liga Perancis bersama Paris Saint Germain.
Ibrahimovic juga sukses menjadi penyerang tertajam PSG sepanjang sejarah dengan hanya membela kesebelasan itu selama tiga musim.
Selain soal Ibrahimovic, Buffon juga mengingatkan agar rekan-rekan setimnya tak terbuai kemenangan 2-0 melawan Belgia di laga perdana mereka pada 13 Juni lalu.
"Kami memang dibuai dengan hasil dan penampilan melawan Belgia," kata Buffon. "Meski demikian, kekuatan kami sebenarnya datang dari fakta bahwa kami mengetahui benar kekuatan dan juga batasan kami."
"Ini harus dipertahankan, dan kami tak bisa membuat kesalahan dengan menjadi terlalu sombong."
(vws)