Sebagaimana dicatatkan La Gazzetta dello Sport, Piala Eropa kali memiliki catatan 2,12 gol per pertandingan. Uniknya, angka ini didapatkan dengan dua kecenderungan, yaitu minim gol di fase grup dan banjir gol di fase gugur.
Angka ini memang meningkat di fase gugur dengan adanya rataan 2,6 gol per pertandingan -- yang tertinggi kelima sejak Piala Eropa 1980. Tapi angka-angka itu jika digabungkan menjadi tanda bahwa Piala Eropa kali ini memang minim gol.
Kesebelasan yang berupaya untuk menentang tren itu adalah Perancis. Mereka memiliki rataan 1,86 gol per pertandingan (total 13 gol) dan menjadi tim dengan rataan gol tertinggi di Piala Eropa.
Belgia menguntit Perancis di peringkat dua dengan rataan 1,8 gol per laga sementara Wales di tempat ketiga dengan 1,67 kali membobol lawan per pertandingan.
Sementara itu, Portugal yang keluar menjadi pemenang memiliki catatan 1,29 gol per laga dan mencetak total sembilan gol dalam tujuh pertandingan. Namun mereka mengoleksi dua angka paling penting di turnamen ini, yatu membawa satu tropi Henry Dalaunay pulang ke kampung halaman, dan menjadi negara kesepuluh di Eropa yang berhasil memenangi turnamen empat tahunan itu. (vws)