Pemain-pemain Kejutan di Piala Eropa 2016

Ahmad Bachrain
Rabu, 13/07/2016 17:47 WIB
Bek sayap Portugal, Raphael Guerreiro (kiri) termasuk pemain yang memberikan kontribusi besar bagi timnya hingga juara Piala Eropa. (REUTERS/Darren Staples)

Jakarta, CNN Indonesia -- Piala Eropa 2016 bukan hanya mencuatkan Portugal sebagai kejutan juara di turnamen tersebut. Sejumlah pemain di beberapa tim juga tampil mencuri perhatian selama berlangsungnya pesta sepak bola terbesar di Benua Biru itu.

UEFA mencatat ada delapan pemain yang sukses membuat kejutan. Mereka adalah nama-nama yang sebelumnya tak terlalu diperhitungkan, justru berperan besar dalam mendongkrak performanya:

Siapa saja pemain-pemain kejutan tersebut? Berikut ulasan singkat nama-nama pemain tersebut:

Raphael Guerreiro (Bek Sayap/Portugal)

Cedera yang dialami Fabio Coentrao rupanya membawa berkah tersendiri bagi Raphael Guerreiro. Pemain asal klub Lorient itu menjadi langganan di skuat inti Portugal.

Guerreiro pun menjawab kepercayaan sang juru taktik tim, Fernando Santos, dengan performa apiknya. Satu-satunya assist dari umpan silangnya kepada Cristiano Ronaldo, langsung membunuh harapan Wales di semifinal.

Performa ciamiknya itu pun membuat Borussia Dortmund kepincut dan segera merekrutnya. Padahal, Guerreiro hanya mampu mengantarkan Lorient di peringkat ke-15 Ligue 1 musim lalu.

Hal-Robson Kanu (Gelandang/Wales)

Tak banyak yang mengenal Hal-Robson Kanu, gelandang Wales. Namun, namanya mencuat lantaran perannya yang luar biasa membawa tim tersebut hingga ke semifinal.

Tendangan indah pivot gaya Johan Cruyff, mengantarkan Wales unggil 2-1 atas Belgia setelah sebelumnya tertinggal dari Belgia lewat gol Radja Nainggolan.

Berstatus sebagai pemain bebas transfer dari Reading, kini banyak klub yang juga kepincut untuk berburu tanda tangannya.

Nolito (Winger/Spanyol)

Bersama Celta Vigo, Nolito, belum pernah tampil di level kompetisi Eropa. Namun, ia mampu mencuri perhatian saat membela Spanyol di Piala Eropa 2016 sebagai pemain sayap kiri.

Performa impresifnya pertama kali ditunjukkan pada laga perdana fase grup ketika menaklukkan Turki 3-0. Nolito mencetak satu dari tiga gol kemenangan La Roja. Manchester City pun disebut-sebut klub yang tertarik merekrutnya.

Michael McGovern (Kiper/Irlandia Utara)

Nasibnya di klub dan di timnas berbanding terbalik. Di klubnya, Hamilton Academical, nyaris terdegradasi dari Liga Primer Skotlandia.

Sementara bersama Irlandia Utara, kiper berusia 31 tahun itu tampil brilian menjaga gawangnya. Aksi paling mengesankan saat ia berhasil menepis tembakan bertubi-tubi para pemain timnas Jerman.

Dari 26 kali tembakan berhaya Tim Panser, hanya satu tendangan yang luput dari aksi penyelamatan McGovern, yakni gol Mario Gomez di menit ke-29. Berkat ketangguhannya itu pula, Irlandia Utara sukses ke babak 16 besar.

Hannes Halldorsson (Kiper/Islandia)

Satu lagi kiper yang mengundang decak kagum di Piala Eropa 2016. Ia adalah penjaga gawang Islandia, Hannes Halldorsson. Berkat aksinya itu, ia mampu membawa Islandia ke perempat final.

Ketangguhannya pula yang membuat para pemain Inggris frustrasi. Inggris akhirnya tersingkir di babak 16 besar. Ia juga yang menaklukkan tembakan-tembakan pemain top lain macam Cristiano Ronaldo, David Alaba, dan Harry Kane.

Menariknya, Halldorsson sempat berprofesi sebagai sutradara film lokal hingga akhirnya memutuskan berkarier di rumput hijau tiga tahun lalu.

Arlind Ajeti (Bek/Albania)

Nasibnya tak sebagus bersama Frosinone yang terdegradasi dari Liga Italia Serie A. Penampilannya yang paling impresif ketika menghadapi Perancis, beberapa kali ia mampu mengantisipasi serangan Les Bleus.

Ia juga menjadi Man of The Match saat menghadapi Rumania di Grup A. Saat itu Albania menaklukkan Rumania 1-0 pada laga terakhir di fase grup.

Michal Pazdan (Bek/Polandia)

Michal Pazdan yang bekerja sebagai pegawai hotel benar-benar tak menyangka ketika dirinya masuk di skuat Polandia. Di Piala Eropa 2016, Pazdan mampu tampil cemerlang bersama Polandia, dan membawa tim itu hingga babak perempat final.

Peran terbaiknya adalah membantu Polandia menjaga rekor tiga kali tak kebobolan di Grup A. Aksi paling apiknya saat bek tengah itu jatuh bangun menahan serangan Jerman dan berhasil menahan 0-0.

Thomas Meunier (Bek Sayap/Belgia)

Thomas Meunier tak masuk dalam skuat utama Belgia saat takluk 0-2 dari timnas Italia di laga perdana. Di laga kedua, Meunier akhirnya dimainkan pelatih tim, Marc Wilmots.

Belgia pun mampu bangkit dengan mengalahkan Republik Irlandia 3-0. Perannya juga sukses membawa Belgia ke babak 16 Besar dengan menjaga rekor tak kebobolan dalam tiga laga usai kalah dari Italia. (bac)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar