Popcon Asia 2014

Film CGI Pertama Indonesia Tayang 11 Desember

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Senin, 22/09/2014 10:58 WIB
Film CGI Pertama Indonesia Tayang 11 Desember Popcon Asia 2014 (Safir Makki/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film CGI (Computer Generated Imagery) pertama Indonesia, Garuda Superhero, siap tayang di bioskop Tanah Air pada 11 Desember mendatang. CGI merupakan penerapan pencitraan grafis dengan menggunakan animasi tiga dimensi untuk menciptakan efek visual khusus.

Garuda Superhero bercerita tentang kota Metro yang terancam hancur karena ulah jahat kelompok Durja King. Saat itu, dunia dikejutkan dengan terciptanya senjata canggih sebagai penyelamat Bumi dari ancaman serangan asteroid-asteroid raksasa yang sewaktu-waktu dapat menabrak bumi di masa depan. Namun senjata tersebut berhasil dibajak oleh kelompok Durja King dan digunakan untuk menghancurkan dunia.

Muncullah seorang pahlawan super bernama Garuda yang berhasil mengacaukan rencana jahat Durja King. Film ini mengisahkan bagaimana perjuangan Garuda melawan kelompok Durja King dan akhirnya berhasil menyelamatkan dunia.


Film ini diproduseri oleh Dhoni Ramadhan dan disutradarai x.Jo. Sementara, Garuda diperankan Rizal Al-Idrus yang berasal dari Makassar. Film ini didukung oleh aktor senior seperti Slamet Rahardjo yang berperan sebagai Durja King. Selain itu ada pula Agus Kuncoro dan Alexa Key.

"Saya sengaja mengangkat wajah-wajah baru agar melahirkan idola baru di masyarakat," ujar Dhoni saat ditemui di Popcon Asia 2014, SMESCO Tower, Jakarta Selatan, Jumat (19/9). Sebelumnya, ia telah memproduksi empat film, yaitu Kun Fayakuun (2008), Pengejar Angin (2011), Gending Sriwijaya (2013), dan King of Rock City (2013).

Film dengan imajinasi tinggi

Untuk membuat film CGI, Dhoni mengaku memerlukan imajinasi yang lebih tinggi dibandingkan pengerjaan film biasa. Pengambilan gambar lebih banyak dilakukan di studio dengan layar biru (blue screen), sehingga tim produksi harus berpikir lebih keras untuk menciptakan hasil yang terlihat lebih nyata.

80 Persen pengambilan gambar dilakukan dengan teknologi layar biru. Karena banyak dilakukan di studio, waktu yang diperlukan untuk pengambilan gambar hanya 23 hari. Namun, Dhoni mengatakan proses seusai pengambilan gambarlah yang banyak memakan waktu.

"Memang perlu waktu yang cukup lama saat mengedit gambar-gambar di layar biru menjadi adegan-adegan yang terlihat nyata. Kami cukup tegang juga saat mengerjakannya," ujar pria berkacamata ini. Sementara itu, ia mengatakan proses praproduksi memakan waktu tiga bulan.

Dhoni mengakui Garuda Superhero masih jauh dari sempurna. "Ini adalah film CGI pertama di Indonesia. Saya harap kami bisa menjadi pionir agar nantinya semakin banyak film-film CGI buatan Tanah Air," tuturnya.

Salah satu alasan Dhoni tertarik mengerjakan film ini karena belum adanya sosok pahlawan super lokal yang menjadi idola anak-anak Indonesia masa kini. Anak-anak Indonesia telanjur mengidolakan pahlawan super buatan Hollywood. "Saya harap Garuda bisa jadi pahlawan super asal Indonesia yang digemari anak-anak Indonesia," katanya.

Adapun alasan lainnya, Dhoni ingin memfasilitasi animator-animator asal Tanah Air agar dapat menunjukkan karya mereka. "Banyak sekali animator-animator andal asal Indonesia yang berprestasi di luar negeri. Melalui film Garuda Superhero, saya ingin buktikan kalau Indonesia kaya akan orang-orang kreatif," katanya kemudian tersenyum.