KABAR SELEBRITI
Pidato Emma Watson Pikat Cate Blanchett
CNN Indonesia
Senin, 01 Des 2014 08:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Pidato Emma Watson di forum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), beberapa waktu lalu, ternyata masih menuai pujian hingga kini. Cate Blanchett, misalnya, baru-baru ini menyatakan pujiannya pada aktris pemeran film Harry Potter tersebut.
Ia menyatakan dukungan untuk kampanye Watson yang bernama HeForShe. "Saya sangat bangga saat mendengar pidato Emma Watson di PBB. Pidatonya sangat brilian dan sepenuh hati," kata Blanchett seperti dikutip dari majalah Porter.
Blanchett sendiri adalah juru bicara isu-isu perubahan iklim. Ia juga sangat peduli pada isu gender. Blanchett menyebutkan Hillary Clinton, Christine Lagarde dan Julia Gillard sebagai tokoh yang pantas dijadikan panutan oleh para perempuan muda.
"Jutaan perempuan di seluruh dunia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengerahkan potensi mereka secara utuh. Ini bukanlah situasi yang bisa dibiarkan," katanya. Ia juga menyatakan optimistis akan terciptanya kesetaraan gender nantinya.
"Ada cukup banyak perempuan dengan pengaruh yang besar untuk mewujudkannya. Ada pun ia juga bercerita sering dikritik sebagai ibu yang berkarier.
"Mereka berasumsi saya mengupah orang untuk mengasuh anak saya, serta mempekerjakan sopir dan koki," katanya sembari menambahkan, "nyatanya, saya tidak membayar orang untuk melakukan itu. Anda tahu, selalu ada orang-orang berasumsi seperti itu."
Ia menyatakan dukungan untuk kampanye Watson yang bernama HeForShe. "Saya sangat bangga saat mendengar pidato Emma Watson di PBB. Pidatonya sangat brilian dan sepenuh hati," kata Blanchett seperti dikutip dari majalah Porter.
Blanchett sendiri adalah juru bicara isu-isu perubahan iklim. Ia juga sangat peduli pada isu gender. Blanchett menyebutkan Hillary Clinton, Christine Lagarde dan Julia Gillard sebagai tokoh yang pantas dijadikan panutan oleh para perempuan muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada cukup banyak perempuan dengan pengaruh yang besar untuk mewujudkannya. Ada pun ia juga bercerita sering dikritik sebagai ibu yang berkarier.
"Mereka berasumsi saya mengupah orang untuk mengasuh anak saya, serta mempekerjakan sopir dan koki," katanya sembari menambahkan, "nyatanya, saya tidak membayar orang untuk melakukan itu. Anda tahu, selalu ada orang-orang berasumsi seperti itu."