KABAR MUSISI
Sony Berencana Jual Label The Beatles
CNN Indonesia
Rabu, 24 Des 2014 16:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan entertainment raksasa Sony berencana menjual unit usahanya, Sony/ATV Music Publishing, yang sebagian besar memuat hak cipta lagu band legendaris The Beatles.
Hal tersebut dilansir The Wall Street Journal berdasarkan surel hasil peretasan hacker atas perusahaan tersebut. Nilai yang akan dijual oleh perusahaan yang juga bekerja sama dengan King of Pop Michael Jackson tersebut diperkirakan senilai US$ 1,5 miliar hingga 2 miliar atau hampir setara Rp 25 triliun.
Dalam surel tertanggal 3 Oktober yang diretas tersebut, Kepala Keuangan Sony pusat Kenichiro Yoshida mempertanyakan masa depan label tersebut kepada CEO Sony Kazuo Hirai dan Kepala Sony Entertainment Michael Lynton.
"Saya telah mendengar pendapat Anda mengenai bisnis label rekaman yang mengalami masalah serius, juga dipengaruhi pasar yang beralih ke streaming," tulis Yoshida.
Hingga kini, pihak Sony enggan memberikan klarifikasi atas bocoran surel yang tersebar luas tersebut. Dokumen yang diretas juga tidak mencantumkan nilai jual atas perusahaan label rekaman raksasa tersebut.
Sony/ATV didirikan sejak 1995 dan merupakan gabungan perusahaan Sony dan Jackson. Pada 2012, Sony/ATV membeli EMI Music Publishing sebesar US$ 2,2 miliar atau lebih dari Rp 27 triliun. Sony/ATV memiliki lebih dari 750 ribu lagu dan memegang 30 persen saham EMI yang memiliki daftar lagu sebanyak 1,3 juta.
Hal tersebut dilansir The Wall Street Journal berdasarkan surel hasil peretasan hacker atas perusahaan tersebut. Nilai yang akan dijual oleh perusahaan yang juga bekerja sama dengan King of Pop Michael Jackson tersebut diperkirakan senilai US$ 1,5 miliar hingga 2 miliar atau hampir setara Rp 25 triliun.
Dalam surel tertanggal 3 Oktober yang diretas tersebut, Kepala Keuangan Sony pusat Kenichiro Yoshida mempertanyakan masa depan label tersebut kepada CEO Sony Kazuo Hirai dan Kepala Sony Entertainment Michael Lynton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, pihak Sony enggan memberikan klarifikasi atas bocoran surel yang tersebar luas tersebut. Dokumen yang diretas juga tidak mencantumkan nilai jual atas perusahaan label rekaman raksasa tersebut.