Kritik pengacara berdarah Lebanon itu datang melalui sebuah laporan tertulis untuk International Bar Association. Amal dipanggil untuk ditanyai beberapa hal mengenai cacat hukum di Mesir yang dirasakannya. Menurut Amal, itu merugikan salah satu kliennya.
"Ketika saya akan merilis laporan itu, pertama mereka menghentikan kami melakukannya di Kairo," ujar Amal yang berbasis di Inggris, dalam sebuah wawancara dengan The Guardian yang dikutip Time. "Mereka bertanya, 'Laporan itu mengkritik militer, hakim, atau pemerintah?'. Kami menjawab, 'Ya'. Mereka berkata, 'Oke, Anda berisiko ditahan'," ujar Amal melanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kata Amal, rekomendasi itu tidak diterima. Padahal ia sudah menuliskannya sejak Februari lalu. Bahkan saat hakim baru campur tangan dalam kasus yang ditanganinya dan melibatkan jurnalis Al-Jazeera, saran Amal untuk independen masih juga tidak diindahkan.
(rsa/utw)